“Alhamdulillah, sekolahnya jadi bagus, dan aku bisa belajar tanpa takut kalau hujan bakal bocor,” ujarnya.
Kini, renovasi empat sekolah di Jawa Timur diharapkan dapat memperluas manfaat program tersebut, terutama bagi anak-anak di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan.
Pembenahan sekolah pada akhirnya bukan hanya soal memperbaiki bangunan yang rusak. Di balik ruang kelas yang lebih layak, terdapat kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dengan lebih tenang, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.***
Artikel Terkait
Jaga Identitas di Era Digital, LPKN Hadirkan Buku Muatan Lokal untuk Manggarai hingga Manggarai Timur
Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Prof. Dr. Otto Gusti; Kekuasaan Harus Berpihak Kepada Suara Dari Masyarakat Pinggiran
Tak Lagi Sekadar Mengajar, Calon Guru Matematika di Unika Ruteng Dituntut Kuasai Kompetensi Abad 21
Bank, Pajak, Media hingga ASN: Jejak Sukses Alumni Prodi Matematika Unika Ruteng
Belajar Melampaui Rumus, Ikhtiar Prodi Matematika Unika Ruteng Mencetak Guru Profesional