IDENUSANTARA.COM-ENDE- Hujan dan banjir, jadi momok menakutkan yang mengancam keberadaan Bandara Haji Hasan Aroebusman Ende NTT.
Pasalnya ketika musim penghujan tiba, areal tersebut menjadi langganan tetap banjir disertai sampah yang bersumber dari luapan drainase yang mengarah ke kawasan bandara.
Sejumlah langkah antispisasi telah disiapkan otoritas Bandara Haji Hasan Aroebusman Ende, diantaranya dengan menyiapkan 1 Unit Exsavator untuk membersihkan drainase sepanjang areal bandara.
Baca Juga: Pulang BKO di Labuan Bajo, Bus Pengangkut Anggota Polisi Polda NTT Terbalik di Aimere
Kepada idenusantara.com, pada Sabtu (6/08/2022) Kepala Bandara Haji Hasan Aroebusman Ende, Indra Tryantono mengatakan Exsavator yang didatangkan pihaknya tersebut menggunakan anggaran senilai Rp. 900 juta.
"Sekarang sedang dilelang lewat Ekatalog. Anggarannya kita siapkan 900 juta rupiah untuk pengadaan exsavator," Katanya.
Hal itu lantaran ketika musim hujan, drainase Bandara Ende menjadi sarang sampah dan banjir melalui drainase yang mengarah ke areal bandara.
Baca Juga: Mau Pinjam Online? Ini 102 Pinjol Terdaftar dan Berizin OJK
Bahkan pada tahun lalu, pihaknya terpaksa menutup penerbangan lantaran run way penerbangan dipenuhi sampah dan sedimen pasir dari luapan drainase.
"Tahun lalu kami sempat menutup penerbangan karena run way dipenuhi sampah" Kata Indra.
Lanjutnya, tahun lalu sampah yang dibersihkan pihaknya diperkirakan mencapai 45 drum truck.
"Tahun lalu yang kita angkat dari drainasr Bandara jumlahnya 45 dam truck. Itupun masih ada sisa. Banyak sampah plastik dan bekas minuman. Serta perabot rumah tangga. Kita dorong agar perilaku buang sampah sembarang juga mesti disadarkan," Terang indra.
Baca Juga: Baru Menikah 2 Hari, Suami Usir Istri dari Rumah Gara-Gara Bertengkar Soal AC