IDENUSANTARA.COM - Perayaan Kamis Putih pada hari Kamis (06/04/2023) pukul 18.00 Wita di Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar dipimpin langsung oleh Mgr. Silvester San, Uskup Keuskupan Denpasar, Bali-NTB.
Dalam pengantar awalnya, Mgr. Silvester San menyentil soal model pelayanan yang telah ditunjukkan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya dan mengajak umat untuk merefleksikan diri soal pemimpin yang melayani.
" Demi cinta kasih yang besar, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Hal ini mau mengajarkan kepada kita bahwa melayani dan keteladanan melayani dalam kerendahan hati. Yesus telah memberikan teladan bagaimana melayani dan berkurban. Apakah kita suka melayani atau suka dilayani? Tapi seharusnya dan sebaiknya sebagai pengikut Yesus kita harus lebih banyak melayani, " ungkap Mgr. Silvester San dalam pengantar awalnya.
Uskup San, dalam khotbahnya memberikan penekanan bahwa pada malam hari ini umat Katolik merayakan keagungan cinta Tuhan melalui Yesus. Cinta sebagai pelayan dan cinta sebagai sahabat. Pembasuhan kaki pada waktu itu dilakukan oleh para budak. Dan biasanya pelayanan para budak terpusat pada orang yang dilayani dan melupakan dirinya sendiri. Yang penting para tamu bisa senang dan puas sehingga tingkat kepuasan para tamu tergantung dari pelayanan dari pelayan.
Dalam konteks kehidupan di tengah masyarakat, tidak heran jika para pelayan seperti di perhotelan dan di mana saja telah dilatih dan dididik untuk bekerja secara profesional. Yesus telah menggambarkan dirinya sebagai pelayan. Dia sengaja lupa diri. Bahkan dia sebenarnya Guru yang kakinya harus dibasuh oleh para murid-Nya tetapi terjadi sebaliknya. Menjadi pemimpin itu bukan soal kekuasaan yang mendominasi, bukan juga soal jabatan, tetapi menjadi pemimpin yang melayani. Pelayanan Yesus itu demi kepentingan mereka bukan untuk diri-Nya. Yesus merendahkan diri-Nya dan menjadi seorang hamba untuk melayani.
Sebagai murid Yesus, kita perlu belajar dari Yesus Tuhan kita. Kita belajar berkorban bagi orang lain. Kita belajar dari cinta Yesus dalam kerinduan yang besar. Yang diajarkan Yesus bukanlah hal yang mudah tapi sebuah tantangan bagi kita. Mari kita perlu melayani tanpa pamrih baik dalam keluarga, Gereja, maupun di tengah masyarakat. " demikian kata Uskup San dalam khotbahnya.
Terpantau, sejak dua jam sebelum misa dimulai, umat sudah berdatangan bahkan membludak namun umat tetap mengikuti arahan dari Panitia. Perayaan Kamis Putih di Katedral Denpasar berlangsung dengan aman dan penuh khidmat.
Artikel Terkait
SMAK Santa Maria Immaculata Adonara, Gelar Festival Literasi dan Launching Buku Antologi Puisi
Panitia Pastikan Perayaan Pekan Suci 2023 di Katedral Denpasar Berjalan Lancar dan Aman