Puisi : Dapur Kehidupan Telah Pergi
Oleh : Teresiana Jemina ( Mahasiswi Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng kelas 2021B )
Idenusantara.com-
Di sini.
Di tempat yang sama.
Mata ini perlahan redup.
Bolehkah aku menangis sekali lagi?
Pada kesunyian aku menyapa.
Pada kegelapan aku bertanya.
Kegelapan dan kesunyian sefrekuensi.
Setia menemani tanpa menganalisis.
Baca Juga: Menuju Desa Wae Lokom Mandiri, Martinus Sadi Kembali Bertarung Pilkades Periode 2023-2029
Aku meronta.
Protes.
Marah.
Bingung.
Mencari dapur kehidupan.
Ia pergi melalui jalan mana.
Tolong tinggalkan jejak untukku.
Aku ingin mengikutimu.
Baca Juga: PUISI : Luka
Akan aku berbisik.
Jika ingin pergi beritahu aku.
Karena hampr gila aku mengadu pada kegelapan.
Aku hampir gila.
Aku mengatakan ini hanya kepada mu lewat doa.
Kenangan bersama tak pernah mati.
Walau raga di balik pusara.
Baca Juga: PUISI : Ayah
Teresiana Jemina
Artikel Terkait
CERPEN : Cinta yang Tak Direstui
CERPEN: Tentang Kado Terindah
PUISI : Cinta Dalam Diam
PUISI : Hujan dan Rindu
PUISI : Asing Perantara
PUISI : Dibalik Senja