Oleh : Maria Esna Halintala Velasni ( Mahasiswi Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2021B )
Butiran gerimis, menetes berderai.
Berjuta rintik membasahi bumi.
Rintiknya selalu mengusik.
Detik demi detik.
Hujan turun tiada lagi dipungkiri.
Bersama angin yang berisik.
Sejukan alam dan diri insan.
Jerni ari mengalir dari hulu.
Gemercik mengenai genteng rumah.
Layu dedaunan mengayun melambai.
Kalah hujan menerpa.
Membasah menyirami tanaman.
Tumbuh bersemi menanti dahaga.
Yang kini telah usai.
Baca Juga: Dubes Italia Kunjungi Kota Kupang Bahas Pariwisata dan Pengembangan Kota
Maria Esna Halintala Velasni
Artikel Terkait
Cerpen : Tangisan Dalam Diam
CERPEN: Tentang Kado Terindah
PUISI : Luka
PUISI : Dibalik Senja