Oleh : Maria Putriliana Gamul ( Mahasiswi Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2021B )
Tidak terasa hari telah berlalu.
Malam pun tiba.
Semua orang telah memasuki rumah.
Dan beristirahat karena lelahnya beraktivitas di siang hari.
Malam yang gelap diterangi oleh cahaya bulan dan bintang.
Aku hanya di temani angin di tempat keheninganku.
Perlahan aku membuka jendela berharap bisikan terdengar di malam itu.
Aku merasakan kedamaian ketika menatap langit dipenuhi oleh bintang yang mengelilingi bulan.
Malam yang begitu sunyi.
Hanya bisa memandang keindahan bintang yang berkedip dari atas langit dan bulan menerangi bumi.
Mata dan hati ini ikut berkedip.
Lalu kembali aku membayangkan jika berada didekatnya. Sememberikan cahaya di malam yang gelap dan sunyi.
Malam yang begitu sunyi.
Tidak ada rasa takut untuk menyendiri.
Karena temani cahayai bulan dan dihiasi bintang penuh keindahan.
Gelap tidak membuat hati merasa khawatir karena cahaya selalu bersama.
Baca Juga: PUISI : Jelmaan Cinta di Ujung Malam
Maria Putriliana Gamul
Artikel Terkait
CERPEN: Tentang Kado Terindah
CERPEN : Arti Kehilanganmu
Cerpen : Aku Diam Bukan Berarti Aku Tidak Mau Berjuang