Pulihkan Psikologi Anak; Polda NTT Dampingi Bocah Korban Penganiayaan di So"e

photo author
FDK, Ide Nusantara
- Sabtu, 4 Februari 2023 | 17:08 WIB
Tim Psikologi dari Polda NTT Saat Bersama Bocah Korban Penganiayaan (Foto:Humas Polda NTT)
Tim Psikologi dari Polda NTT Saat Bersama Bocah Korban Penganiayaan (Foto:Humas Polda NTT)

 

IDENUSANTARA.COM-Beberapa hari lalu, masyarakat NTT dihebohkan dengan beredarnya video rekaman penganiayaan bocah dalam keadaan kaki dan tangan terikat dalam kamar. 

Bocah malang berusia 2 Tahun tersebut diketahui berinisial YN alias YT, bocah usia 2 tahun sembilan bulan dan pelaku penganiayaan itu merupakan kerabatnya sendiri. 

Menyikapi itu tim psikologi dari Kepolisian Daerah (Polda) NTT, lantas memberikan pendampingan psikologi kepada bocah korban penganiayaan, tersebut. Sabtu (4/1/2023).

Baca Juga: Gawat; Harga Beras Naik, Stock Beras Di Bulog Ende Kian Menipis

Pendampingan psikologi dilakukan di kediaman korban di rumah jabatan Sekda Kabupaten TTS didampingi keluarga dan personel unit PPA Polres TTS.

“Rasa trauma anak-anak korban kekerasan dan penganiayaan kita pulihkan dengan pendekatan psikologi yang membuat anak nyaman berada dalam situasi sosial serta menarik minat dan semangatnya,” ujar Iptu Juan A. Djara, S.PSi M.PSi dari Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT, Sabtu (4/1/2023).

Diketahui hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi psikologis korban saat ini dan pengaruh trauma terhadap perkembangan psikologis anak.

Baca Juga: Personel Gabungan Berhasil Gagalkan Rencana Penyelundupan Miras di Pelabuhan Ipi Ende

Tim Psikologi Polda NTT juga sempat berdialog dan bermain bersama bocah malang itu, serta memberikan mainan.

Selain itu pendampingan ini dilakukan untuk memulihkan psikologi anak korban yang dianiaya kerabatnya beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, hingga kini pelaku penganiayaan sudah diamankan polisi di Polres TTS dan ditahan dalam sel Polres TTS.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: FDK

Tags

Rekomendasi

Terkini

X