NTT, idenusantara.com -- Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan May Day Fiesta 2025 dalam rangka memperingati Hari Buruh Nasional di Lapangan Hitam Polda NTT, Kota Kupang, Kamis (1/5/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pekerja dan buruh untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, dan tuntutan secara langsung kepada pihak kepolisian, pemerintah daerah, serta instansi terkait.
Kapolda NTT Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, SH., MA, membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengurus dan anggota Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).
Ia menegaskan bahwa forum ini bertujuan untuk membangun komunikasi terbuka dan menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan secara damai dan bermartabat.
“Kita hadir di sini bukan untuk saling menyalahkan, tapi untuk saling mendengar dan mencari solusi. Semoga pertemuan ini menjadi berkat dan jawaban atas persoalan yang ada,” ujar Kapolda dalam sambutannya.
Baca Juga: Polda NTT Tetapkan Fani sebagai Tersangka
Acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang ini dihadiri berbagai pejabat penting, antara lain Danlanud Eltari Kupang, Danlantamal VII Kupang, Wakapolda NTT, perwakilan Korem 161/WS, Kabinda NTT, Sekda Provinsi NTT, Wakajati NTT, Kepala BPJS, KSOP, perwakilan APINDO, serta para pemimpin serikat pekerja.
Dalam sesi diskusi, berbagai keluhan mencuat dari para perwakilan buruh. Mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, diskriminasi dalam proses seleksi P3K, keterlambatan pembayaran hak, hingga tidak adanya perlindungan BPJS bagi sejumlah pekerja.
Keluhan juga datang dari sopir taksi pelabuhan, guru honorer, tenaga medis sukarela, serta pekerja sektor pendidikan dan transportasi.
Perwakilan buruh juga menyampaikan kekecewaan atas ketidakhadiran Gubernur NTT, Walikota Kupang, dan DPRD setempat.
“Kami merasa diabaikan, padahal kami membawa suara ribuan pekerja,” ujar Daud Mboi, Ketua SBSI NTT.
Baca Juga: Polda NTT Tegas! Anggota Polri yang Terlibat Kekerasan di Polres Malaka Akan Ditindak Sesuai Aturan
Menanggapi hal ini, Kapolda NTT berjanji akan menindaklanjuti setiap laporan yang diterima. Ia meminta agar data dan dokumen resmi segera diserahkan agar dapat difasilitasi dengan instansi terkait.
“Kami tidak bisa menyelesaikan masalah jika hanya berdasarkan asumsi. Fakta dan data yang akurat sangat diperlukan. Dan apabila ada oknum Polri yang menyalahgunakan kewenangannya, silakan laporkan langsung kepada saya,” tegas Kapolda.
Artikel Terkait
Membanggakan, Anggota Ditintelkam Polda NTT Meraih 4 Kali Juara Nasiona Cabor Taekwondo
Mantan Camat Boleng Ditahan,Masyarakat Boleng Apresiasi Kerja Kejati NTT, Kejari Labuan Bajo dan Polda NTT
Pulihkan Psikologi Anak; Polda NTT Dampingi Bocah Korban Penganiayaan di So"e
Polda NTT Sabet Piala dan Tiga Piagam Pada Ajang Kompolnas Awards 2023
Polda NTT Gelar FGD Penguatan UMKM Dukung Pemilu Damai 2024
Upaya Polda NTT untuk Mewujudkan Pilkada 2024 yang Kondusif dan Tertib
Antisipasi Unjuk Rasa, Polda NTT Tingkatkan Kesiagaan Usai Hasil Pemilu 2024
Polda NTT Mendukung Terhadap Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025.
Polda NTT Tegas! Anggota Polri yang Terlibat Kekerasan di Polres Malaka Akan Ditindak Sesuai Aturan
Polda NTT Tetapkan Fani sebagai Tersangka