"Kami merasa sangat beruntung dan senang dapat dilibatkan dalam Program Positif Bajo. Dampaknya sangat terasa, baik bagi anak-anak maupun orang tua murid," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Sebelumnya anak-anak belum begitu peduli terhadap sampah, namun sekarang mereka mulai belajar mengelola dan memanfaatkannya. Bahkan mereka bisa merasakan langsung manfaatnya saat sampah yang dikumpulkan ditukar dengan sembako melalui bazar sekolah."
Baca Juga: Uskup Labuan Bajo Beri Apresiasi Khusus untuk Polres Manggarai Barat
Ke depan, Pusat Edukasi ini akan menjadi ruang interaktif yang menyelenggarakan pelatihan rutin, lokakarya, serta sosialisasi yang menyasar masyarakat luas. Harapannya, kesadaran dan praktik pengelolaan sampah tidak berhenti di fasilitas ini saja, tetapi meluas hingga ke rumah tangga dan komunitas.
Melalui sinergi antara sektor swasta dan pemerintah, inisiatif ini menjadi bukti bahwa persoalan sampah dapat ditangani secara sistematis dan berkelanjutan. Lebih dari itu, langkah ini menegaskan bahwa masa depan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga lingkungan dimulai dari hal paling mendasar: mengelola sampah secara bijak dari hulu ke hilir.
Artikel Terkait
Umat Stasi Compang Ngeles Antusias Ikut Prosesi Jalan Salib Jumat Agung
Mengapa Disebut JUMAT AGUNG
Kisah PONTIUS PILATUS: Tokoh di Balik Penyaliban Yesus
Paskah di Gereja Devosional St Yoseph Ruteng: Ajakan Bangkit dari “Kubur Kehidupan”
Uskup Siprianus Hormat Pimpin Misa Ketiga Minggu Paskah di Katedral Ruteng, Bupati Manggarai Turut Hadir
PADA TENGAH HARI, KEGELAPAN MENYELUBUNGI SELURUH NEGERI
Solidaritas dari Katedral Ruteng: Bantuan Mengalir untuk Pembangunan Gereja dan Umat di Momen Paskah