IDE NUSANTARA.COM — Di tengah perhatian publik terhadap kasus perundungan (bullying) yang dialami seorang anak yatim piatu di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), muncul kepedulian yang memberi harapan baru bagi masa depannya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Timur, Winsensius Tala atau yang akrab disapa Win Tala, menyatakan kesediaannya menanggung biaya pendidikan anak tersebut hingga lulus Sekolah Menengah Atas (SMA).
Ia bahkan membuka peluang untuk membantu sang anak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Bagi Win Tala, keputusan itu bukan semata-mata respons terhadap kasus perundungan yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia mengaku tergerak oleh kisah hidup anak tersebut yang telah kehilangan kedua orang tuanya.
Baca Juga: Fresh Graduate Bisa Melamar! SuperTop Supermarket Kupang Buka Rekrutmen Bartender hingga 28 Oktober
Komitmen itu disampaikan Win Tala saat ditemui Ide Nusantara di kediaman pribadinya di Kampung Ende, Kecamatan Borong, pada Minggu sore, 19 Oktober 2026.
Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi pihak keluarga korban.
"Saya melihat masalah ini tidak dari kasus bullying-nya, tetapi saya merasa terpanggil karena masa lalu adik ini sebagai anak yatim piatu. Hal itulah yang membuat saya terpanggil untuk membantu," ungkap Win Tala.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan penting bagi anak tersebut untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Karena itu, ia ingin memastikan persoalan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi sang anak untuk tetap bersekolah dan mengejar cita-citanya.
Baca Juga: SKTP Guru Belum Terbit? Cek Kode Status Info GTK Terbaru dan Artinya
"Saya membantu adik ini sampai tamat SMA. Kalaupun nanti mau kuliah, kita akan bantu juga. Intinya dia mau sekolah saja," tegasnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur ini juga berpesan agar anak tersebut tidak membiarkan perlakuan buruk yang dialaminya mematahkan semangat untuk belajar dan meraih masa depan.
"Pesan saya kepada adik ini, jangan sakit hati karena masalah tersebut. Tetap semangat untuk terus belajar dan meraih cita-cita," pesannya.
Kepedulian Win Tala mendapat sambutan haru dari pihak keluarga korban. Mereka menyampaikan terima kasih atas kesediaan Sekda Manggarai Timur membantu biaya pendidikan anak tersebut.
Baca Juga: Heka Leka Foundation dan UNICEF Buka Lowongan Kerja di Ende dan Sikka, Cek Syaratnya
Bagi keluarga, bantuan itu bukan hanya meringankan beban pendidikan, tetapi juga memberikan harapan bahwa sang anak tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah dan memperjuangkan masa depannya.
"Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekda Matim karena sudah membantu adik kami. Baru kali ini kami menemukan pejabat publik seperti ini. Semoga Bapak Sekda diberikan kesehatan dan keberkahan selalu," tutur salah satu perwakilan keluarga.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan dugaan perundungan terhadap seorang siswi yatim piatu di Manggarai Timur viral di berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman tersebut, korban terlihat mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang siswa lain saat perjalanan pulang sekolah.
Baca Juga: Buruan Daftar! Indomaret Cabang Flores Buka Lowongan Store Crew di Ngada, Lulusan SMA/SMK Bisa Melamar
Berdasarkan informasi yang dihimpun Ide Nusantara, kedua siswa tersebut diketahui menempuh pendidikan di SMAK Pancasila Borong.
Peristiwa itu memicu reaksi publik. Sejumlah warganet mendesak agar kasus tersebut ditangani secara serius dan menjadi bahan evaluasi bagi lingkungan pendidikan untuk mencegah perundungan serupa.
Di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut, bantuan pendidikan yang dijanjikan Win Tala menjadi salah satu bentuk dukungan bagi korban untuk tetap melanjutkan sekolah.
Namun, persoalan perundungan juga membutuhkan penanganan yang menyeluruh.
Baca Juga: Akbar Umbu Nay Dukung Satresnarkoba Polres Sumba Barat Berantas Narkotika, Minta Perizinan Usaha Ditertibkan
Selain memastikan korban memperoleh perlindungan dan dukungan psikologis, pihak sekolah perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman agar setiap siswa dapat mengikuti pendidikan tanpa rasa takut atau tekanan.
Kepedulian terhadap korban diharapkan tidak berhenti pada bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.***
Laporan: Risaldus Pan
Artikel Terkait
Buruan Daftar! Indomaret Cabang Flores Buka Lowongan Store Crew di Ngada, Lulusan SMA/SMK Bisa Melamar
Guru Diduga Tak Dilibatkan, Aktivis NTT Desak Kejari Usut Revitalisasi SDI Bea Mes di Matim: “Periksa Kepsek Paulus Sadan”
Heka Leka Foundation dan UNICEF Buka Lowongan Kerja di Ende dan Sikka, Cek Syaratnya
Guru dan Tenaga Kependidikan PPPK Paruh Waktu Wajib Tahu, Ini Hak dan Kewajiban yang Perlu Diperiksa
BPK Ungkap 320 Mahasiswa Wafat Masih Terima KIP Kuliah, Dana Rp2,70 Miliar Jadi Sorotan
Lowongan Kerja Oktober 2026, Green Leaf Hotel Senggigi Cari Resepsionis Pria, Lulusan SMA/SMK Bisa Daftar!
SKTP Guru Belum Terbit? Cek Kode Status Info GTK Terbaru dan Artinya