Rumah sakit ini juga akan memiliki gedung baru dengan kapasitas 48 tempat tidur untuk berbagai kebutuhan, seperti ICVCU, ruang intermediate, dan ruang rawat inap kelas I.
Direktur RSUD Borong, dr. Kresensia Nensi, M.A.R.S., menegaskan komitmen pihaknya dalam menjadikan RSUD Borong sebagai rumah sakit rujukan utama.
“Kami berkomitmen menjadikan RSUD Borong sebagai rumah sakit rujukan utama yang tidak hanya memenuhi standar tetapi juga berakar pada kebutuhan lokal masyarakat,” katanya.
Selain seremoni peletakan batu pertama, rangkaian acara juga mencakup tarian kreasi lokal dan penayangan video selayang pandang tentang proyek ini. Direktur RSUD Borong menyebut bahwa unsur budaya lokal akan tetap dilestarikan dalam pembangunan fasilitas ini.
“Rumah adat Mbaru Niang dan tarian Caci sebagai simbol budaya Manggarai turut disorot sebagai identitas daerah dalam pengembangan fasilitas ini,” tambahnya.
Peningkatan RSUD Borong diharapkan dapat selesai tepat waktu dan membawa dampak signifikan terhadap pelayanan kesehatan di Manggarai Timur.