Hingga saat ini, transparansi dalam mengelola keuangan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan besar di kalangan tenaga pendidik mengenai bagaimana dana tersebut dikelola.
Dengan aliran dana yang begitu besar, banyak pihak mempertanyakan apakah MI Amanah Ruteng telah menjadi “surga tersembunyi” bagi oknum tertentu yang mengambil keuntungan dari pungutan yang seharusnya digunakan untuk kemajuan pendidikan.
Untuk diketahui, seluruh pembangunan ruang belajar di MI Amanah Ruteng selama ini murni berasal dari bantuan pemerintah daerah maupun Kementerian Agama (Kemenag), tanpa kontribusi nyata dari yayasan. Namun, alih-alih membantu operasional dan kesejahteraan tenaga honorer, komite justru membebani sekolah dengan utang yang terus membengkak.
Baca Juga: Peringkat Universitas Versi EduRank 2025 : Undana Meroket ke Peringkat 70 Nasional
Bahkan sumber terpercaya media Liputantimur.com yang dikutip media ini menjelaskan secara rinci, kalau setiap pencairan Dana BOS, sekolah wajib membayar utang kepada komite yang kini mencapai Rp150.000.000 untuk periode 2024/2025. Jumlah ini terus bertambah setiap tahun, membuat sekolah lebih sibuk melunasi utang ketimbang meningkatkan kesejahteraan guru atau memperbaiki fasilitas pendidikan.
Pada 3 maret 2025, media ini mencoba mengkonfirmasi terkait pemberitaan tersebut kepada kepala sekolah MI Amanah Ruteng bernama Syuaib Tahir, S.Pd melalui pesan WhatsApp, nomor pribadi milik Syuaib.
Merespon pesan WhatsApp tersebut (yang isinya kami tidak lampirkan dalam pemberitaan ini) kepsek Syuaib mengarahkan media ini untuk mengkonfirmasi langsung kepada humas sekolah.
"Ini no humas kami" Kata Syuaib
Masih tanggal yang sama, pada pukul 22.29 Wita, humas sekolah MI ruteng mengirim pesan kepada media ini melalui WhatsApp.
Berikut isi pesan WhatsApp yang diterima media ini dari humas sekolah MI Ruteng
Humas Yayasan BAITURAAN: Malam
Saya syam.kelilauw, humas yayasan baiturraan
Kalo.mau konfirmasi.silakan kontak saya
Juga lawyet yayasan yg juga kraneg fridolinus sani.
Besok bisa kontak kami untuk keterangan agar berimbang alias cover both sides
Humas yayasan MI Ruteng juga berjanji untuk buatkan Press Conference.
"Mungkin 2 hari lagi kami buatkan presscon, Gereng kat undangan eme nggitun (tunggu saja undangan kalau begitu),"Ujarnya