Ia mengaku pihaknya sudah berkali-kali mengonfirmasi pemesanan sebelum rombongan tiba. Namun, kamar yang dipesan disebut tidak tersedia ketika dibutuhkan.
“Ini jelas kesalahan manajemen Amaris Hotel, karena pihak kami sudah berkali kali confirm dan mengingatkan, bahkan sudah melunasi pembayaran,” tulisnya.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian Henri atas pengalaman rombongannya. Penyebab pasti tidak tersedianya kamar serta penanganan reservasi masih perlu dikonfirmasi kepada pihak hotel.
Manajemen Hotel Amaris Kupang Perlu Memberikan Penjelasan
Informasi mengenai dugaan overbooking Hotel Amaris Kupang ini masih bersumber dari unggahan Henri Subiakto di Threads. Keterangan mengenai kedatangan kru Lion Air yang melebihi perkiraan juga disampaikan berdasarkan penuturan Henri tentang penjelasan petugas hotel.
Hingga berita ini disusun, bahan yang diterima redaksi belum memuat klarifikasi resmi dari manajemen Hotel Amaris Kupang.
Penjelasan pihak hotel diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian, status reservasi dan pembayaran, serta solusi yang ditawarkan kepada tiga dosen Unair tersebut.
Pikiran Rakyat NTT membuka ruang bagi manajemen Hotel Amaris Kupang untuk memberikan klarifikasi demi pemberitaan yang berimbang.***
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Labuan Bajo Oktober 2026: Sao Tigan Cari Pengasuh Anak dan Helper, Lulusan SMA Bisa Melamar
Viral Video Briptu MDJ! Sebut Eks Karo SDM Polda Jambi Perintahkan Penipuan Rekrutmen Polri Rp28 Miliar
Banten Bantu NTT Rp3 Miliar Pascagempa, Gubernur Melki Laka Lena Ungkap Makna di Baliknya
PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu 2027: Ini Syarat, Jadwal dan Proses yang Perlu Diketahui
NTB Secantik Itu! 4 Daerah dengan Destinasi yang Bikin Liburan Makin Berkesan