IDE NUSANTARA.COM - Kemarau panjang yang melanda Jawa Barat semakin menunjukkan dampaknya. Bukan hanya membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih, kondisi ini juga mulai mengancam sektor pertanian di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi lumbung pangan nasional.
Belasan ribu hektare sawah di Kabupaten Subang, Karawang, dan Bekasi mengalami kekurangan pasokan air. Sejumlah petani bahkan menghadapi keterlambatan masa tanam karena sumber air untuk mengairi persawahan semakin terbatas.
Di sisi lain, krisis air bersih telah meluas ke ratusan wilayah permukiman.
Baca Juga: Penempatan Manajer KDMP Jauh dari Domisili Jadi Sorotan, Pemerintah Ungkap Alasan dan Sistemnya
Data BPBD Jawa Barat mencatat sedikitnya 688 desa dan kelurahan yang tersebar di 247 kecamatan mengalami kesulitan air bersih akibat menurunnya debit sumur warga dan sumber air lokal.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus melakukan berbagai langkah darurat, mulai dari distribusi air menggunakan mobil tangki hingga pengerahan mesin pompa untuk menyelamatkan tanaman padi.
Subang Jadi Salah Satu Wilayah Terparah
Kabupaten Subang menjadi salah satu daerah yang menghadapi dampak kekeringan cukup luas.
Sedikitnya 9.351 hektare sawah dilaporkan mengalami kekeringan. Lahan terdampak tersebut tersebar di 144 desa dari 27 kecamatan.
BPBD Subang mengingatkan adanya risiko gagal panen dan penurunan produktivitas apabila pasokan air tidak segera tersedia.
Ancaman tersebut semakin serius karena musim kemarau diperkirakan dapat berlangsung lebih panjang hingga Oktober atau November.
Bagi Subang yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi beras Jawa Barat, kondisi tersebut menjadi tantangan besar terhadap keberlangsungan produksi pangan.
Ribuan Hektare Sawah Karawang Kekurangan Air
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Karawang.
Berdasarkan catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang, sekitar 4.248 hektare tanaman padi mengalami kekeringan.
Lahan terdampak tersebar di sejumlah wilayah, terutama Karawang utara dan tengah, antara lain Cilamaya Wetan, Telagasari, Jayakerta, Pedes, Pakisjaya, Kutawaluya, dan Cilebar.