Namun, langkah tersebut hanya bersifat sementara.
Dalam jangka panjang, pengelolaan sumber daya air perlu dilakukan secara lebih menyeluruh. Pemulihan fungsi kawasan resapan, perlindungan DAS, pemeliharaan jaringan irigasi, serta pengelolaan neraca air menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kekeringan berulang.
Sebab, ketika air semakin sulit diperoleh, dampaknya tidak berhenti pada sawah yang mengering.
Produksi pangan dapat terganggu, biaya petani meningkat, kebutuhan air rumah tangga terancam, dan aktivitas masyarakat ikut terdampak.
Kemarau panjang di Jawa Barat akhirnya menjadi pengingat bahwa menjaga cadangan air saat musim hujan sama pentingnya dengan mencari air ketika musim kemarau tiba.***
Artikel Terkait
Terungkap! Ini Identitas 2 Narapidana Korupsi yang Ditemukan Ombudsman di Hunian Mewah Lapas Cibinong
APBN 2027 Disiapkan, 230 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat Penuh Waktu
PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu 2027, BKN Mulai Hitung Anggaran dan Petakan Data
Kabar Baik Pejuang NIP! Pemerintah Siapkan 139 Ribu Formasi CPNS Guru pada 2027
Penempatan Manajer KDMP Jauh dari Domisili Jadi Sorotan, Pemerintah Ungkap Alasan dan Sistemnya