nasional

Kekeringan Makin Meluas di Jawa Barat, Belasan Ribu Hektare Sawah Terancam dan Ratusan Ribu Warga Krisis Air

Rabu, 30 September 2026 | 11:06 WIB
Kekeringan Jawa Barat: 688 Desa Krisis Air Bersih, Ribuan Hektare Sawah Terancam (Foto: Ide Nusantara.com)

Untuk wilayah yang minim sumber air permukaan, pemerintah juga memfasilitasi pembuatan sumur bor melalui program irigasi perpompaan atau irpom.

Sementara itu, petani di kawasan sawah tadah hujan diimbau mempertimbangkan penundaan penanaman hingga hujan kembali turun.

Di Bekasi, upaya perbaikan saluran irigasi juga dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas SDABMBK dan BBWS, termasuk membersihkan alur irigasi yang tersumbat dari Sungai Citarum.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu 2027, BKN Mulai Hitung Anggaran dan Petakan Data

Krisis Air Bersih Menghantam Ratusan Wilayah

Ancaman kekeringan tidak hanya dirasakan oleh petani.

Menyusutnya debit sumber air juga membuat masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BPBD Jawa Barat mencatat krisis air bersih telah menjangkau 688 desa dan kelurahan di 247 kecamatan.

Bagi masyarakat yang mengandalkan sumur dan sumber air lokal, turunnya debit air membuat kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, dan minum menjadi semakin sulit dipenuhi.

Distribusi air bersih menggunakan mobil tangki pun dilakukan sebagai langkah darurat untuk membantu warga yang paling terdampak.

Kekeringan Tak Hanya Soal Kemarau

Pakar Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Ir. Hatma Suryatmojo, menilai persoalan kekeringan di Jawa Barat perlu dilihat lebih luas.

Menurutnya, kekeringan di wilayah yang relatif basah seperti Jawa Barat tidak semata-mata disebabkan oleh kemarau panjang atau faktor iklim.

Kerusakan sistem DAS serta perubahan fungsi lahan di wilayah hulu turut memengaruhi kemampuan tanah dalam menyimpan air.

Alih fungsi kawasan hulu menjadi permukiman maupun kawasan industri, menurutnya, dapat mengurangi kemampuan tanah menyerap dan menyimpan air. Akibatnya, ketika hujan turun, air lebih cepat menjadi limpasan permukaan dan mengalir ke sungai.

Dampaknya, cadangan air yang seharusnya tersimpan di dalam tanah untuk menghadapi musim kemarau menjadi semakin terbatas.

Air Tangki Hanya Solusi Darurat

Distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan warga dalam kondisi darurat.

Halaman:

Tags

Terkini