Namun, langkah tersebut hanya bersifat sementara.
Dalam jangka panjang, pengelolaan sumber daya air perlu dilakukan secara lebih menyeluruh. Pemulihan fungsi kawasan resapan, perlindungan DAS, pemeliharaan jaringan irigasi, serta pengelolaan neraca air menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kekeringan berulang.
Sebab, ketika air semakin sulit diperoleh, dampaknya tidak berhenti pada sawah yang mengering.
Produksi pangan dapat terganggu, biaya petani meningkat, kebutuhan air rumah tangga terancam, dan aktivitas masyarakat ikut terdampak.
Kemarau panjang di Jawa Barat akhirnya menjadi pengingat bahwa menjaga cadangan air saat musim hujan sama pentingnya dengan mencari air ketika musim kemarau tiba.***