Idenusantara - Pantai Pangandaran kembali dilanda duka setelah terjadi kecelakaan laut yang merenggut nyawa seorang warga asal Astana Anyar, Bandung.
Tragedi tersebut terjadi pada hari Minggu pagi, saat gelombang laut yang tiba-tiba tinggi menyeret korban ke tengah lautan.
Tiga wisatawan terpaksa dilarikan ke RSUD pandega untuk mendapatkan pertolongan setelah tengelam saat berang di pantai pangandaran, tepatnya di seputaran pos 3 depan pondok seni, Minggu (30/6/2024) korban sempat mendapat pertolongan pertama dari petugas badan penyelemat wisata Tirta ( Balawista) kabupaten pangandaran.
Baca Juga: Rekor Pertemuan Jerman vs Denmark: Der Panzer Tunjukkan Dominasi
Korban, yang diketahui bernama Ahmad Setiawan (34), sedang berlibur bersama keluarganya di Pantai Pangandaran. Menurut saksi mata, Ahmad sempat berenang di sekitar bibir pantai sebelum gelombang besar datang secara mendadak. Meskipun upaya penyelamatan segera dilakukan oleh petugas SAR dan penjaga pantai, nyawa Ahmad tidak tertolong.
Kepala Tim SAR Pangandaran, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. “Gelombang tiba-tiba naik tinggi dan menyeret korban ke tengah laut. Tim kami bergerak cepat, tetapi sayangnya korban sudah dalam kondisi lemah saat berhasil dievakuasi,” ujarnya.
Baca Juga: BNI Buka Lowongan Kerja Terbaru untuk Lulusan SMA dan SMK, Segera Cek Penempatan dan Pendaftaran
Ahmad Setiawan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba. Keluarga korban yang berada di lokasi kejadian sangat terpukul oleh tragedi ini. “Kami sangat berduka. Ahmad adalah pribadi yang baik dan sangat sayang kepada keluarganya,” ungkap salah satu kerabat.
Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di Pantai Pangandaran, yang sering kali disebabkan oleh perubahan cuaca yang tidak terduga dan gelombang tinggi. Pihak berwenang terus mengimbau para wisatawan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peringatan dari petugas pantai. “Kami selalu mengingatkan pengunjung untuk tidak berenang terlalu jauh dan selalu memperhatikan kondisi cuaca,” kata Budi Santoso.
Baca Juga: Tinjau PLTS PLN, Menteri BUMN Pastikan Peringatan HUT RI di IKN Gunakan Listrik Hijau
Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang berencana untuk meningkatkan jumlah petugas penjaga pantai serta memasang lebih banyak rambu-rambu peringatan di sekitar area pantai. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.
Tragedi ini juga mengingatkan kita semua akan pentingnya kewaspadaan dan kesadaran akan bahaya yang bisa datang kapan saja di alam terbuka, terutama di lokasi wisata alam seperti pantai. Duka mendalam dirasakan tidak hanya oleh keluarga korban, tetapi juga oleh masyarakat luas yang turut bersimpati atas kehilangan ini.
Baca Juga: Kesempatan Emas! Pertamina Buka Lowongan untuk Lulusan SMA, Segera Daftar Sekarang
Jenazah Ahmad Setiawan telah dibawa kembali ke kampung halamannya di Astana Anyar, Bandung, untuk dimakamkan. Suasana duka menyelimuti rumah duka, dengan kerabat dan tetangga yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Artikel Terkait
Tinjau PLTS PLN, Menteri BUMN Pastikan Peringatan HUT RI di IKN Gunakan Listrik Hijau
Kesempatan Emas! Pertamina Buka Lowongan untuk Lulusan SMA, Segera Daftar Sekarang
BNI Buka Lowongan Kerja Terbaru untuk Lulusan SMA dan SMK, Segera Cek Penempatan dan Pendaftaran
RAMALAN ZODIAK Gemini Hari Ini dan Besok: Senin 1 Juli 2024 - Asmara, Karier, Angka Hoki, dan Warna Hoki