IDENUSANTARA.COM - Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) selalu menjadi sorotan dengan diksi dan ungkapannya yang keras.
Gubernur VBl menyebutkan jika seseorang mengambil porsi kanan yang banyak itu menandakan orang tersebut miskin.
"itu adalah tanda-tanda orang miskin" sebutnya.
Atas ungkapan tersebut, Gubernur VBL mendapatkan banyak kritikan, ada yang mencemoohoh, bahkan dengan kalimat marah, tidak sedikit juga ada yang mendukung pernyataannya tersebut.
Video ucapan Gubernur VBL tesebut menjadi perhatian publik yang diunggah dan dibagi berulang-ulang.
Gubernur VBL adalah gubernur dengan tingkat ucapan keras terbanyak sebagai gubernur dari mas-masa di NTT.
Kata Viktor, kerap ditandai dengan keributan terkait beras. Hal itu terjadi karena kebanyakan orang miskin, menurutnya porsi makannya lebih banyak nasinya daripada proteinnya.
"Jika seseorang mengonsumsi banyak nasi, itu menandakan bahwa mereka memiliki sumber daya yang terbatas. Namun jika mereka mengonsumsi banyak protein, itu menunjukkan bahwa mereka memiliki akses lebih banyak," ujar Viktor.
Pada dasarnya, Viktor meminta masyarakat agar konsumsi protein tinggi dan karbohidrat dikurangi. “Orang yang masih membicarakan masalah nasi sebenarnya masih dalam kondisi yang kurang sejahtera.
Orang yang kurang sejahtera cenderung makan banyak nasi dan memiliki lauk yang terbatas. Mereka biasanya makan nasi dengan lauk yang sederhana, dan baru kemudian makan ikan serta nasi sebagai hidangan akhir," kata Viktor yang disambut tawa para tamu.