Angka Kemiskinan Ekstrem Manggarai Timur Meningkat, Ini Kata Pengamat Kebijakan Publik

photo author
ay, Ide Nusantara
- Rabu, 15 November 2023 | 18:23 WIB
Yohanes Oci, Pengamat Kebijakan Publik Asal Manggarai Timur (Piter Bota)
Yohanes Oci, Pengamat Kebijakan Publik Asal Manggarai Timur (Piter Bota)

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT merilis data persentase penduduk miskin ekstrim di setiap Kabupaten yang mana dari data tersebut Kabupaten Manggarai Timur menyumbang penduduk miskin ekstrem pada tahun 2022 sebesar 9,11% dari angka 6,85% pada tahun 2021.

Jika dibandingkan dengan Kabupaten Manggarai angka kemiskinan yang ekstrim cendrung menurun dari angka 9,35% pada tahun 2021 menjadi 6,64 pada tahun 2022 artinya Kabupaten Manggarai berhasil menekan angka kemiskinan ekstrim jika dibandingkan dengan Kabupaten Manggarai Timur yang mengalami trend peningkatan.

Menanggapi hal itu, Direktur eksekutif Pusat Studi Politik dan Pemerintahan Indonesia (Puspolrindo), Yohanes Oci mengatakan jika permasalahan itu terjadi karena kegagalan Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas dalam pengelolaan pemerintahan selama ini.

"Itu membuktikan kegagalan dari Bupati Manggarai Timur (Andreas Agas) selama dia memimpin. Itu terjadi karena dia tidak memahami pengelolaan pemerintahan yang baik dan tidak memahami akan potensi daerah yang dipimpinnya," tegas pengamat kebijakan publik dari Pusat Studi Politik dan Pemerintahan Indonesia (Puspolrindo) ini (15/11/2023).

Lebih lanjut dijelaskannya persoalan Kabupaten Manggarai Timur selama ini sejak memisahkan diri dari Kabupaten Manggarai itu menyangkut dengan urusan yang fundamental seperti infrastruktur jalan raya, sarana kesehatan, sarana pendidikan, dan sarana pertanian yang tidak dibenahi dengan baik.

"Masalahnya sangat kompleksitas seperti sarana infrastruktur jalan raya yang sangat buruk padahal itu sebagai fondasi ekonomi masyarakat, sarana kesehatan, sarana pendidikan, dan infrastruktur pertanian yang tidak dibenahi selama ini," ujarnya.

Terkait dengan langkah Pemerintahan Kabupaten Manggarai Timur membenahi infrastruktur jalan Raya pada tahun 2023 yang bersumber dari dana pinjaman Bank NTT akhir-akhir ini, Ia mengatakan itu merupakan bagian dari strategi politik dalam menghadapi Pilkada Kabupaten Manggarai Timur 2024.

"Itu langkah politik dan itu syarat dengan kepentingan politik Pilkada Kabupaten Manggarai Timur 2024 nanti. Dia (Andreas Agas) punya kepentingan politik untuk menarik simpatik dari masyarakat, pinjaman ke Bank NTT akan membebankan APBD Kabupaten Manggarai Timur kedepannya," paparnya.

Ketika dikonfirmasi terkait dengan kritikannya selama ini kepada Andreas Agas apakah ada kepentingan politik, dirinya menjelaskan bahwa itu hanya membela kepentingan politik masyarakat yang tidak diakomodir secara baik dalam pembangunan ekonomi daerah selama ini.

"Iya, tapi kepentingan politik untuk membela hak masyarakat di Manggarai Timur yang selama ini tidak dikerjakan dengan baik oleh Andreas Agas," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: ay

Sumber: Piter Bota

Tags

Rekomendasi

Terkini

X