Dengan direncanakannya diskusi publik dalam rangka pengenalan para caleg kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT khususnya wilayah Dapil IV (Kecamatan Reok dan Kecamatan Reok Barat) yang nanti diwadahi oleh lembaga Pusat Studi Politik dan Pemerintahan Indonesia (Puspolrindo) mendapat beragam respon baik dari para caleg maupun masyarakat pada umumnya.
Mayoritas para caleg dari Dapil IV sangat mendukung kegiatan tersebut, sebut saja bapak Marsel Pan yang berprofesi sebagai pengacara di Jakarta dan beberapa caleg independen tidak sabar menunggu moment tersebut.
Terkait dengan hal itu Yohanes Oci selaku direktur eksekutif Pusat Studi Politik dan Pemerintahan Indonesia (Puspolrindo) menegaskan bahwa pengenalan para caleg kepada konstituent nya sangat penting agar masyarakat bisa menilai kemampuan intelektualitas dan kemampuan analisis masalah dan kemampuan komunikasi politik dari setiap pada caleg.
"Saya rasa ini sangat penting karena bagian dari pendidikan politik kepada masyarakat. Masyarakat perlu mengetahui kemampuan intelektualitas dan kemampuan analisis masalah serta kemampuan komunikasi politik dari semua caleg yang maju nanti di 2024," tegas Yohanes Oci ketika dimintakan keterangannya setelah menjadi narasumber di Bawaslu Kota Bekasi (13/06/2023).
Ia menilai hal tersebut seperti uji publik sehingga moment itu nanti dijadikan ajang pertaruhan kemampuan mereka dan diharapkan mereka bisa memanfaatkan ruang diskusi itu nanti.
"Intinya itu ruang nanti sebagai pertarungan intelektualitas mereka sebagai politisi dan diharapkan mereka bisa memanfaatkan ruang diskusi itu nanti sebaik-baiknya," ujar Akademisi asal Kabupaten Manggarai Timur ini.
Terkait dengan moderator dalam diskusi publik tersebut, dirinya mengatakan jika dirinya akan memandu langsung karena ingin menggali kemampuan para caleg nantinya.
"Saya sendiri yang jadi moderator, beberapa para caleg juga meminta agar moderatornya harus saya karena mereka ingin diskusi publik itu berkualitas karena pertimbangan mereka adalah seorang moderator harus menguasai permasalahan daerah dan permasalahan politik serta potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Manggarai," sambungnya.
Ketika ditanya terkait dengan apakah ada misi politik yang terselubung dirinya menegaskan bahwa itu tidak ada.
"Saya lebih senang sebagai pengamat, sebagai akademisi jadi bisa saya kritisi atau saya pretelin jika ada kebijakan-kebijakan yang salah secara regulasi dan secara asas kemanfaatanya tidak ada," ucapnya sambil berseloroh dengan awak media.
Tapi tidak menutup kemungkinan jika masyarakat memanggil dan Tuhan menghendaki untuk mengabdi maka itu adalah pilihan.
"Ini kan kalian suka menggiring saya ke arah sana, hahahaha......intinya saat ini tidak tapi kembali karena politik itu adalah persoalan waktu dan kesempatan," tutupnya.
Seperti kita ketahui perjalanan hidup dari Yohanes Oci awal mulanya dia seorang perantau mencoba mengadu nasibnya di Jakarta tahun 2009 dan menempuh pendidikan dari strata satu sampai magister Ilmu Pemerintahan. Ia seorang pekerja keras dan lihai dalam berdebat politik dan kebijakan pemerintah serta berdebat soal hukum tapi tipikal pendiam ketika orang berbicara dan dia hanya menjadi pendengar setia. Penggagas Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur komisariat Kota dan Kabupaten Bekasi ini pernah juga membuat serikat pekerja disalah satu perusahan yang diwadahi oleh serikat pekerja SBSI 1992 dan memimpin untuk wilayah Jabodetabek, Bandung, Jawa Tengah, dan Bali. Saat ini dirinya kembali memegang lembaga Pusat Studi Politik dan Pemerintahan Indonesia (Puspolrindo) karena bagi dirinya penguasaan politik harus memahami ilmu hukum karena keduanya saling keterkaitan.