pemerintah

Dampak Kemarau 2024: BPBD Ende Tetapkan Tanggap Siaga Kekeringan

Sabtu, 8 Juni 2024 | 08:37 WIB
Ende, NTT Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende telah menetapkan status tanggap siaga kekeringan sebagai respons terhadap dampak kemarau yang berkepanjangan di tahun 2024. Foto: istimewa

Idenusantara -  Ende, NTT Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende telah menetapkan status tanggap siaga kekeringan sebagai respons terhadap dampak kemarau yang berkepanjangan di tahun 2024.

Langkah ini diambil menyusul kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan penurunan signifikan dalam ketersediaan air bersih di berbagai wilayah kabupaten.

Kepala BPBD Ende, Drs. Yohanes Ndu Ulu, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian evaluasi dan pemantauan intensif terhadap curah hujan dan sumber daya air di daerah tersebut.

Baca Juga: Hasil Pertandingan Inggris Vs Islandia: Inggris Telan Kekalahan Meski Bermain di Kandang Sendiri

"Kami telah melihat penurunan yang drastis dalam curah hujan selama beberapa bulan terakhir, dan ini memengaruhi suplai air untuk keperluan rumah tangga, pertanian, dan peternakan.

Oleh karena itu, kami menetapkan status tanggap siaga kekeringan untuk memastikan langkah-langkah mitigasi dapat segera diimplementasikan," jelas Yohanes.

Dampak Kekeringan

Kekeringan yang melanda Ende tidak hanya memengaruhi ketersediaan air, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, Sabtu 8 Juni 2024: Tantangan Emosional dan Cuaca Tak Menentu

Tanaman-tanaman palawija dan padi sawah banyak yang gagal panen karena kekurangan air. Petani menghadapi kesulitan besar dalam mempertahankan tanaman mereka, yang berakibat pada penurunan produksi pangan dan potensi kerugian ekonomi yang cukup signifikan.

Di sektor peternakan, kekurangan air juga menyebabkan penurunan kualitas pakan ternak dan kesehatan hewan.

Banyak peternak melaporkan bahwa ternak mereka mengalami dehidrasi dan penurunan berat badan akibat kekurangan air bersih dan pakan yang berkualitas.

Baca Juga: Motor 2-Tak Mendominasi: 5 Teknologi Otomotif Teratas Tahun Ini

Langkah-Langkah Mitigasi

Halaman:

Tags

Terkini