IDENUSANTARA.COM - Bupati Ende Drs. Djafar Achmad mengungkapkan kesuksesan dalam program Ende Pintar dan Ende Juara.
Baca Juga: Jalur Pantai Selatan Ende Berpeluang jadi Jalan Nasional Penghubung Flores Tengah
Kesuksesan program tersebut diantara 12 program prioritas RPJM Kabupaten Ende 2019-2024. Bupati Djafar mengakui kesuksesan pada kepemimpinannya di bidang Ende Pintar dan Juara sebagai program prioritas.
Program prioritas dari 12 program, Bupati Djafar sukses memecahkan dan sukses pada satu program prioritas tersebut.
Lebih lanjut Bupari Djafar menjelaskan program ini dimaksudkan untuk mempersiapkan generasi muda kabupaten Ende yang unggul di masa depan, dengan melakukan pembinaan sejak usia dini hingga pendidikan dasar, melalui penyediaan biaya operasional, sarana dan prasarana pendukung belajar-mengajar, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan, peningkatan kesejahteraan guru, peningkatan literasi, pembinaan minat dan bakat di bidang olahraga, seni dan budaya, serta upaya pelestarian terhadap budaya lokal.
Untuk jelasnya dapat dilihat pada Publikasi Kabupaten Ende Dalam Angka 2023, nilai IPM Ende pada tahun 2022 sebesar 67.97 berada di posisi ketiga se NTT setelah Kota Kupang (80.02) dan Kabupaten Ngada (68.26).Rincian IPM Ende sebagai berikut. Dalam mengukur keberhasilan di dunia pendidian yang akan menciptakan orang pintar dalam IPM terdapat dua komponen yang mewakili Dimensi Pendidikan yaitu Harapan Lama sekolah & Rata-rata Lama sekolah.
Komponen Harapan Lama Sekolah Kabupaten Ende tahun 2022 sebesar 13,81 tahun. Angka ini artinya bahwa lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak-anak yang lahir di Ende pada umur tertentu di masa mendatang sebanyak 13-14 tahun, atau di tingkat SMA/D1.
Pada Komponen Rata–rata Lamanya Sekolah Kabupaten Ende sebesar 8,09 tahun. Data ini berarti bahwa jumlah tahun belajar penduduk Kabupaten Ende usia 15 tahun keatas yang telah diselesaikan dalam pendidikan formal yaitu selama 8 tahun pendidikan.
Sementara Ende Sejatera diwakili oleh dua komponen yakni komponen Umur Harapan Hidup dan komponen pengeluaran Riil per kapita yang mewakili Dimensi Kesehatan yaitu sebesar 65,76 tahun. Artinya bahwa anak-anak yang lahir di Kabupaten Ende pada tahun 2022, akan memiliki rata-rata usia sampai 65-66 tahun.
Komponen Pengeluaran Riil per kapita disesuaikan ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli (Purcashing Power Parity). Rata-rata pengeluaran per kapita setahun diperoleh dari Susenas. Komponen ini mewakili Dimensi Ekonomi. Data Pengeluaran Riil per kapita disesuaikan sebesar 9,4 juta.
Angka IPM yang tinggi merupakan modal Kota Pancasila untuk melaju lebih kencang dan semakin berkontribusi untuk peradaban bangsa Indonesia yang bermartabat.
Tantangan kedepan yang dihadapi adalah mengenai ketersediaan lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang sudah memiliki tingkat pendidikan formal yang mumpuni. Oleh sebab itu diperlukan iklim ekonomi yang dapat mengundang investor yang dapat membuka berbagai macam lapangan pekerjaan formal di Ende.Karena ketersediaan lapangan kerja terkait erat dengan realisasi investasi di sektor riil. Maka diperlukan dukungan dan kebijakan pemerintah yang mendukung penyerap tenaga kerja.
Artikel Terkait
DPRD NTT Umumkan Pemberhentian Gubernur Viktor Laiskodat
Megawati Soal Cawapres Ganjar: Sabar Nanti Saya Umumkan
Komunitas Motor Kupang Beraudiensi dengan Penjabat Wali Kota Kupang
Pemkot Kupang Dukung Balai Wilayah Sungai Rawat DAS Kali Dendeng
Pemuda Katolik Kota Kupang Gelar Turnamen Futsal.di Gor Oepoi 2023