Pendeta Yandi kembali mengingatkan bahwa dalam Penciptaan manusia, Tuhan telah menyerahkan segala sesuatu untuk manusia kuasai dengan batas-batas yang telah ditentukan-Nya. "Jadi anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Teno Kupang jika mau sukses harus bekerja keras bukan menyimpang atau mencuri.
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang diwakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi, Sylvia R. Peku Djawang pada kesempatan itu menyampaikan 3 hal yang menjadi harapan gubernur. Pemprov NTT tentunya bersama Koperasi TKBM Pelabuhan Teno Kupang memiliki mimpi yang sama untuk mencapai kesejahteraan anggota TKBM.
Hal pertama yang menjadi harapan Pemprov dan gubernur NTT terhadap Koperasi TKBM pelabuhan Teno Kupang yakni banyak hal yang perlu dikolaborasikan bersama dalam pelayanan di pelabuhan. Pemerintah terus berusaha membangun agar peti kemas, peralatan pendukung lainnya makin baik.
Harapan selanjutnya adalah, setiap anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Teno Kupang, harus selalu berkerja sama dengan pemerintah provinsi untuk berupaya membangun NTT yang lebih baik ke depan.
Sylvia juga bersyukur karena, semua anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Teno Kupang, telah masuk sebagai anggota SPSI cabang NTT. Sebab bulan Januari hingga Februari merupakan bulan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Nasional.
Sehingga Dinas Koperasi dan tenaga kerja NTT bersama PT Pelindo Regional 3 Cabang Teno Kupang, SPSI berencana mengundang gubernur NTT untuk melakukan upacara peringatan K3 Nasional di pelabuhan Teno Kupang.
Supaya ke depan pemerintah, kata Sylvia memperhatikan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja. Benar para anggota Koperasi TKBM sudah dicover BPJS, tetapi kalau pekerja sudah sakit maka berapapun klaim dari pekerja tidak ada nilainya.
Kalau tidak ada aral melintang, pada Jumat mendatang, kami bersama Apindo dan serikat pekerja akan melakukan donor darah. Supaya ketika terjadi kecelakaan kerja bisa dibantu melalui darah yang didonorkan nantinya.
Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Teno Kupang bersama keluarga maupun jajaran Kemaritiman, kita perlu menyadari bahwa NTT ini beragam suku dan agama. Sehingga kita perlu menerima satu dengan yang lain sebagai satu kekuatan utuh untuk terus saling membesarkan.
Artikel Terkait
Universitas Aryasatya Buka Kelas Karyawan dan Regular, Sistem Kuliah Hybrid
Mahasiswa Aryasatya Deo Muri Ikut Pembekalan Sebelum Mulai Perkuliahan
Mahasiswa Keperawatan Bangga Kuliah di Stikes Maranatha Kupang