Puisi : Benci Tapi Rindu
Oleh : Valeria Asrianti Hewong ( Mahasiswi Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng )
Idenusantara.com-
Terimakasihku untuk sebuah nama.
Yang pernah hadir dalam hidupku.
Terimakasih karena engkau pernah hadir.
Dan jadikan cerita terindahku.
Terimakasih karena pernah membawaku.
Dalam kebahagiaan yang tak pernah bisa aku lukiskan dengan kata-kata.
Baca Juga: PUISI : Perihal Rasa
Aku nyaman, aku senang pada saat- saat bersamamu.
Tapi itu dulu dan kini seakan menjadi kenangan semua.
Kenangan itu seakan selalu menghantui perasaanku.
Seakan mengajakku untuk kembali ke masa itu.
Tapi, aku sadar semuanya tak mungkin seperti dulu.
Semenjak dimensi baru mengganti posisiku dihatimu.
Baca Juga: PUISI : Dapur Kehidupan Telah Pergi
Dia yang kini bisa membuatmu bahagia,
Dia yang kau anggap sempurna.
Dia yang selalu membuat hatimu ceria.
Dan aku hanyalah penikmat cerita dari mulut kemulut
yang mengatakan begitu bahagianya.
Namun dengan kehidupan barumu.
Baca Juga: PUISI : Dibalik Senja
Haruskah aku membencimu?
Haruskah aku menangisimu?
Aku mungkin tak mampu untuk melepasmu.
Tapi aku terlalu sakit jika harus mengenangmu.
Ingin aku katakan kalau aku membencimu.
Tapi aku tak mampu karena aku sudah terlalu rindu dengan kenangan itu.
Kenangan yang pernah kita lukiskan bersama dulu.
Baca Juga: PUISI : Hujan dan Rindu
Valeria Asrianti Hewong
Artikel Terkait
CERPEN : Cinta yang Tak Direstui
CERPEN: Tentang Kado Terindah