Idenusantara.com-Sekelompok pemuda yang tergabung dalam gerakan Pemuda Peduli Manggarai Timur menggelar aksi unjuk rasa di Pertigaan Lehong, pagi ini.
Mereka berencana akan menghadang rombongan tim dari Kementerian Kesehatan RI(Kemenkes) yang tengah dalam perjalanan menuju acara peresmian peletakan Batu pertama salah satu gedung RSUD Borong.
Baca Juga: Polres Matim Pastikan Keamanan Kunjungan Menkes, Pengamanan Terbuka dan Tertutup Disiapkan
Aksi ini merupakan sebagai bentuk protes atas kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi kesehatan di Kabupaten Manggarai Timur.
Firman Jaya selaku Jendral Lapangan aksi, menuntut agar Kemenkes RI segera memberikan audiens untuk membahas isu-isu strategis dan yang paling penting mengevaluasi kinerja Dinkes Matim.
Baca Juga: Mgr. Agustinus Sebut Diaspora Manggarai Jadi Ujung Tombak Pewartaan Injil di Surabaya
"Kelangkaan obat-obatan yang terjadi di RSUD BORONG dan beberapa Puskesmas di Wilayah Matim, ingginya angka kematian ibu dan anak sejak 2022 hingga 2024, tenaga kesehatan yang upahnya masih jauh dari kata sejahtera sementara Beben kerja mereka sangat tinggi, dan mendesak Polda NTT untuk menuntaskan pengusutan kasus dugaan Korupsi Alkes Rumah Sakit Pratama Watu Nggong," ujarnya.
Dari pantauan Idenusantara.com di lokasi, sejumlah aparat kepolisian diterjunkan untuk mengatur lalu lintas dan memastikan situasi tetap kondusif.
Sejumlah aktivis menegaskan akan terus berjuang hingga pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap sektor kesehatan di wilayah mereka.
Mereka berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Manggarai Timur, terlebih khusus penegakan hukum terhadap pengusutan kasus korupsi yang sedang ditangani Polres Matim.