Idenusantara.com-Cerita tentang kelompok rentan di Kabupaten Manggarai Timur, provinsi NTT, seakan tak ada pernah habisnya.Kisah haru dari berbagai jenis kelompok rentan ini terus memantik rasa empati setiap orang, termasuk salah seorang Polisi yang terkenal dermawan itu.
Adalah salah satu anggota Polisi yang bertugas di Polres Manggarai Timur, namanya Bripka Herybertus Tena. Ia terkenal dengan kedermawanannya dan kerap juga melakukan aksi sosial dalam membantu kaum kecil.
Kali ini Bripka Hery, biasa di sapa, kembali mengunjungi salah satu janda miskin. Setelah mendapat laporan dari kerabatnya tanpa basa-basi ia langsung ke lokasi pada Minggu, (13/4/2025).
Bripka Hery melakukan giat minggu kasih langsung ke kediaman Ibu Esilia Miss (55) seorang janda miskin alamat Munting RT/RW 010/004, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.
"Pada hari ini saya melakukan giat minggu kasih dengan mengunjungi janda miskin ibu Esilia Mis.Kondisi mereka memprihatinkan, kiranya ada pihak yang mau berbagi untuk membantu segala kekurangan ibu ini, " ucap Bripka Hery.
Sudah 25 tahun lamanya, ibu Esilia Mis di tinggal pergi oleh suaminya dan membawa salah satu anak dari pernikahan mereka yang dimana beliau memiliki tiga orang anak dalam pernikahannya tersebut.
Tahun berganti tahun hingga sang anak bungsu sudah beranjak dewasa Esilia hanya membesarkan anak-anaknya sendirian dalam kekurangannya.Esilia dan anak-anaknya hidup di rumah kecil dekat jembatan Wae Bobo sebelum Desa Ngampang Mas.
Baca Juga: Jalan Rusak Hingga Berlubang di Rahong Utara, Bupati Manggarai Masa Bodoh
Mereka hidup di rumah yang sebenarnya tidak layak di huni oleh siapapun, karena tempat yang begitu sempit jauh dari permukiman, tidak ada intalasi listrik dan air bersih dan MCK yang memadai membuat ibu Esilia benar-benar menjalani hidupnya dengan begitu banyak kekurangan.
Ibu Esilia menghidupkan anaknya dengan begitu susah payah hingga terkadang saat makan malam, makan pagi hingga makan siang sekalipun terkadang mereka gantikan dengan memakan umbi-umbian hasil berkebun beliau.
"Saya merasa sangat bersusah payah untuk menafkahi anak-anak. Kami sering makan umbi-umbian dari kebun sebagai pengganti makan malam, pagi dan siang.Saya ikhlas dan tetap berusaha untuk menjalani hidup ini, dan berharap penuh pada Tuhan agar kami selalu di berikan ketabahan dan kesehatan agar kami mampu menjalani hari-hari kami dengan penuh semangat", ungkap Esilia dengan nada haru.
Kisah haru tentang keadaan ibu Esilia ini sangat tidak mudah untuk dijalani karena di tengah rumahnya yang sudah rusak parah dan reyot termakan rayap dan usia, beliau harus tetap berdiri tegar demi untuk mencari sesuap nasi untuk keberlangsungan hidup mereka sehari-hari.