IDENUSANTARA.COM - Ancaman bencana di Indonesia belum berakhir. Setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah akibat cuaca panas dan kering, masyarakat kini perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, seiring peluang hujan di sejumlah daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa kondisi cuaca di Indonesia masih bervariasi. Sebagian wilayah diperkirakan mengalami cuaca panas dan relatif kering, sedangkan daerah lainnya berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Dalam prakiraan cuaca periode 23–29 Oktober 2026, BMKG menyebutkan bahwa hujan di Indonesia belum merata. Meski demikian, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang tetap berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Heboh! 98 Kasus Korporasi Karhutla Naik Penyidikan, Kapolri Ungkap Ada Keterlibatan Pihak Asing
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa awal musim hujan tahun ini diperkirakan datang lebih lambat dibandingkan pola normal berdasarkan rata-rata klimatologis.
Mundurnya musim hujan tersebut dipengaruhi oleh dinamika iklim global, terutama fenomena El Niño berkategori sangat kuat yang terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena ini turut memengaruhi pola curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
“Musim kemarau kali ini berlangsung bersamaan dengan El Niño yang sangat kuat. Akibatnya, awal musim hujan diperkirakan mengalami keterlambatan,” ujarnya yang dilansir dari Ayobandung.com, Jumat 23 Oktober 2026.
Dampak kondisi atmosfer tersebut diperkirakan membuat awal musim hujan mundur di 529 Zona Musim (ZOM), atau mencakup sekitar 61,08 persen wilayah daratan Indonesia yang masuk dalam pemetaan BMKG.
Jadwal Kedatangan Musim Hujan 2026–2027 di Berbagai Wilayah
BMKG memperkirakan kedatangan musim hujan akan berlangsung secara bertahap. Sejumlah wilayah di Sumatera bagian utara diprediksi mulai memasuki musim hujan lebih dahulu, sebelum kondisi tersebut meluas ke berbagai daerah lainnya.
Baca Juga: APBN Siapkan Rp1.300 Triliun pada Akhir 2026, Ini Fokus Belanja Pemerintah Prabowo
Berikut perkiraan waktu awal musim hujan berdasarkan pemetaan BMKG:
1. Oktober 2026 - 63 ZOM
Pada Oktober, awal musim hujan diperkirakan mulai terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, serta sejumlah daerah di Papua.