• Selasa, 20 Oktober 2026

APBN Siapkan Rp1.300 Triliun pada Akhir 2026, Ini Fokus Belanja Pemerintah Prabowo

photo author
Maria Rosalia Geno Tobing, Ide Nusantara
- Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:47 WIB
Menkeu Suahasil Nazara saat menyampaikan keterangan kepada wartawan mengenai rencana belanja APBN kuartal IV 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).  (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Menkeu Suahasil Nazara saat menyampaikan keterangan kepada wartawan mengenai rencana belanja APBN kuartal IV 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

IDE NUSANTARA.COM - Pemerintah memperkirakan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp1.300 triliun pada kuartal IV atau tiga bulan terakhir 2026.

Peningkatan anggaran ini menjadi bagian dari upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan perkiraan tersebut setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026.

Baca Juga: Link BSU Kemnaker Tidak Bisa Diakses, Ini Penjelasan Resmi soal BSU 2026

“Untuk Q4 ini APBN akan belanja sekitar Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun 2025 yaitu Rp1.200 triliun,” ujar Suahasil kepada awak media.

Belanja APBN Rp1.300 Triliun pada Kuartal IV

Perkiraan tersebut menunjukkan belanja pemerintah pada tiga bulan terakhir 2026 berpotensi meningkat sekitar Rp100 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Suahasil berharap peningkatan belanja negara dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama melalui konsumsi dan pengeluaran pemerintah. Belanja tersebut juga diharapkan mampu menjaga perputaran ekonomi di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi Indonesia.

Selain itu, anggaran pemerintah diarahkan untuk mendukung layanan publik, perlindungan sosial, serta program bantuan pangan yang mulai berjalan pada kuartal IV 2026.

Menurut Suahasil, peningkatan belanja negara diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Dengan demikian, pengeluaran pemerintah dapat menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi menjelang pergantian tahun.

Baca Juga: KLJ 2026 Rp900 Ribu untuk Lansia, Cek Status Penerima Pakai NIK KTP

Meski menyiapkan belanja negara dalam jumlah besar, pemerintah tetap menjalankan efisiensi anggaran untuk memastikan penggunaan dana negara lebih efektif dan tepat sasaran.

Suahasil menegaskan bahwa efisiensi tidak berarti memangkas seluruh anggaran ataupun menghentikan program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. Pemerintah tetap berupaya memastikan berbagai program berjalan sesuai tujuan, dengan pengelolaan anggaran yang lebih optimal.

Ia mencontohkan perubahan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya meningkatkan efisiensi tanpa menghilangkan tujuan utama program tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X