3 Contoh Krisis Pangan Dunia: Menggali Dampak Ekonomi Global Saat Pandemi Covid-19

photo author
Epiviana Desi, Ide Nusantara
- Rabu, 26 Juni 2024 | 08:56 WIB
Pandemi Covid-19 telah mengguncang ekonomi global, memperburuk banyak masalah yang sudah ada, termasuk krisis pangan. Foto: istimewa
Pandemi Covid-19 telah mengguncang ekonomi global, memperburuk banyak masalah yang sudah ada, termasuk krisis pangan. Foto: istimewa

Idenusantara - Pandemi Covid-19 telah mengguncang ekonomi global, memperburuk banyak masalah yang sudah ada, termasuk krisis pangan.

Mengenal Krisis pangang dunia yang berdampak signifikan pada banyak negara akan memberi gambaran tentang kompleksitas persoalan ini.

Penutupan perbatasan, gangguan rantai pasokan, dan penurunan daya beli telah menyebabkan masalah signifikan di sektor pangan di seluruh dunia.

Berikut adalah tiga contoh krisis pangan yang terjadi selama pandemi dan dampaknya terhadap ekonomi global.

Baca Juga: 4 Zodiak Paling Beruntung Besok 27 Juni 2024: Siapa yang Akan Meraih Finansial Sejahtera?

1. Krisis Pangan di Afrika

Afrika menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh krisis pangan selama pandemi Covid-19. Gangguan pada rantai pasokan makanan, penutupan pasar, dan pembatasan pergerakan telah memperparah situasi yang sudah kritis.

Banyak negara di Afrika mengalami penurunan produksi pangan karena keterbatasan akses ke bahan baku dan tenaga kerja.

Selain itu, penurunan pendapatan masyarakat menyebabkan daya beli yang rendah, sehingga banyak keluarga tidak mampu membeli makanan yang cukup.

Akibatnya, angka kelaparan dan malnutrisi meningkat tajam. Organisasi pangan dunia seperti FAO dan WFP terus berupaya mengatasi masalah ini dengan memberikan bantuan makanan darurat, tetapi tantangan logistik dan keuangan tetap menjadi hambatan besar.

Baca Juga: 3 Zodiak Paling Beruntung Besok 27 Juni 2024: Siapa yang Kebanjiran Rezeki?

2. Ketergantungan Impor di Negara-Negara Kepulauan Pasifik

Negara-negara kepulauan di Pasifik, seperti Fiji dan Samoa, sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Pandemi Covid-19 mengganggu jalur perdagangan internasional, menyebabkan kekurangan pangan di wilayah ini.

Pembatasan perjalanan dan penutupan pelabuhan membuat impor pangan terhenti, sementara produksi lokal tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Epiviana Desi

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X