Oleh karena itu belum ada urgensi dalam menggunakan kendaraan listrik. Sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat adalah transportasi umum yang mudah, murah, nyaman, dan aman. Perlu diketahui juga bahwa komponen baterai dari kendaraan listrik akan menghasilkan limbah.
Limbah tersebut bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Untuk penanganannya pun perlu biaya dan waktu yang cukup lama. Jika mengesampingkan hal tersebut maka akan terlihat jelas, bahwa kebijakan mengenai kendaraan listrik ini ditunggangi berbagai kepentingan.
Solusi atas polusi hanya menjadi 'cover'nya saja. Dan lagi-lagi memperlihatkan keberpihakan sistem kapitalisme yang diterapkan hari ini, ia hanya membela kepentingan kalangan atas. Sedangkan kepentingan rakyat miskin dinomor sekiankan.
Problem Solving
Berbeda dengan Islam yang memiliki sistem independen tanpa intervensi dari pihak manapun. Karena sistem Islam berasal dari Allah SWT dan manusia hanya bertugas untuk menerapkan dan melaksanakannya, bukan mengubah sesuai kepentingan.
Maka sistem Islam akan berfokus pada permasalahan umat tanpa membedakan kaya atau miskin. Karena tujuannya adalah untuk kesejahteraan seluruh rakyat, bukan hanya bagi para pejabat ataupun kalangan atas saja.
Sistem politik ekonomi yang dimiliki Islam mampu menyediakan transportasi umum dengan mudah, murah, nyaman, dan aman. Jika masyarakat beralih ke transportasi umum tersebut, kemacetan pun akan dapat ditanggulangi.
Begitu juga dengan polusi yang akan berkurang seiring berkurangnya jumlah kendaraan. Seluruh permasalahan yang ada di masyarakat akan dipikirkan secara serius dengan solusi komprehensif. Tidak hanya membela kalangan tertentu saja.
Dengan begitu kebutuhan masyarakat terpenuhi, lingkungan pun akan terjaga dengan baik. Semua rakyat diperhatikan tanpa terkecuali, masalah yang ada pun ditumpas dari akarnya. Seperti yang sering kita dengar bahwa Islam itu Rahmatan Lil 'Alamin.
Artikel Terkait
Lebih Cuan Beli Obligasi Langsung atau Reksa Dana Aja?
Usai Dilantik, Daniel Tonu Dipilih Menjadi Ketua Komisi Informasi NTT
STIKES Faathir Husada Bekali Mahasiswa Siap Belajar dan Implementasi Kampus Merdeka
Tokoh Masyarakat Adat Ruteng Terancam 3 Tahun Penjara; PPMAN Sebut Pasal Itu Tidak Berlaku Lagi
Kota dengan Kualitas Udara Terbersih di Indonesia, Pas Buat Tempat Healing dari Polusi