Dia lantas membeberkan, jalur air yang menuju laut sudah banyak tersumbat dengan tumpukan sampah, baik yang dibuang.
Selain itu, katanya untuk mengantisipasi genagan air yang berkepanjangan, pihaknya juga sudah melakukan upaya dengan mengali resapan air di beberapa titik seperti, samping kompi Brimob, PLTD, dan samping Bank BNI.
Hal ini dilakukan dengan tujuan agar buangan air hujan tidak hanya mengalir kesatu titik seperti di daerah bandara Haji Aroebusman saja, tetapi bisa mengalir juga kekali Wolowona, atau titik - titik yang lainya menuju ke laut. Dan setelah pembersihan dan penggalian resapan genagan air sudah tidak bertahan lama seperti sebelumnya.
“Selain karena sampah, dan tidak adanya resapan, yang menyebabkan genangan air dikarenakan pada satu sisi bahu jalan Gatot Subroto - Ahmad Yani, terdapat trotoar yang dimana pada sisi bawah tidak ada saluran drainase, dan bahkan air tertahan pada trotoar dan menyebabkan genangan” imbuh kepala Satker PJN IV NTT.