Wakil Ketua TP. PKK Provinsi NTT ini juga menyampaikan beberapa catatan penting yang perlu menjadi perhatian dan dukungan dari semua pihak yang terkait dan hadir secara hybrid pada kesempatan pertemuan tersebut.
Baca Juga: Banjir Rendam Kecamatan Kupang Timur, 470 Jiwa Dikabarkan Mengungsi
“Pertama, Program PAUD- HI merupakan katalisator untuk memberikan dampak baik yang berpengaruh untuk kemajuan dalam upaya transformasi dan akselerasi kualitas hidup anak- anak di Indonesia lebih khusus di Provinsi Nusa Tengga Timur.Kedua, Kapasitas dan kesejahteraan pendidik PAUD perlu menjadi perhatian khusus bagi pendidik dan tenaga pendidikan dan Pemerintah Provinsi NTT. Hal ini berkaitan dengan hak atas penghasilan layak bagi para pendidik dan tenaga pendidikan PAUD, karena guru PAUD adalah pondasi pendidikan anak usia dini. Ketiga, Peningkatan pemahaman orangtua terkait sistim jaminan gizi dan tumbuh kembang anak dengan pemberian asupan gizi yang baik sejak dalam kandungan, serta perbaikan pola asuh yg baik dalam keluarga dan yang lebih penting adalah perbaikan fasilitas air bersih dan sanitasi lingkungan. Keempat, Peningkatan layanan perlindungan anak termasuk layak anak melalui penguatan sistim perlindungan anak dari satuan PAUD termasuk layanan akte kelahiran serta perhatian pada anak usia dini yang berkebutuhan khusus yang sering luput dari pembuat kebijakan dan penganggaran”, jelas Merry sapaan akrab dari Maria Fransiska Djogo.
Di akhir sambutan dari Bunda PAUD II NTT ini juga mengapresiasi dukungan UNICEF kepada Pemerintah Provinsi NTT, Kota Kupang dan Kabupaten TTS, dalam rangka membantu pemulihan perkembangan anak usia dini melalui Program PAUD-HI.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor UNICEF Perwakilan NTT dan NTB, Yudistira Yewangoe dalam sambutan menyatakan bahwa UNICEF sangat bangga dapat bekerja sama dalam kemitraan ini, untuk dapat memastikan anak- anak bisa merasakan manfaat dari lingkungan pendidikan dan tumbuh kembang anak yang aman dan nyaman.