Belum Lama Dibangun, Jalan Strtegis Nasiona Sabuk Merah Sudah Banyak Rusak

photo author
ay, Ide Nusantara
- Rabu, 9 Agustus 2023 | 21:15 WIB
Ruas jalan yang berada di Desa Lakmaras, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu (Foto Tim Idenusantara)
Ruas jalan yang berada di Desa Lakmaras, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu (Foto Tim Idenusantara)

IDENUSANTARA.COM - Sebagai jalan strategis nasional, yang disebut Jalan Sabuk Merah yang menghubungkan wilayah Timor bagian Barat berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste, kini sudah mulai berangsur rusak, walau waktu pembangunan belum juga lama.

Baca Juga: UNADRI Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru dan Transfer Bebas Biaya Pembangunan

Diketahui Pembangunan jalan Sabuk Merah Perbatasan sepanjang 179 kilometer yang menghubungkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Kabupaten Belu dan PLBN Motamasin Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah tuntas dikerjakan. Namun, baru seumur jagung dinikmati warga, jalan tersebut sudah rusak di sejumlah titik.

Pantauan tim idenusantara.com, di ruas jalan yang berada di Desa Lakmaras, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, terlihat beberapa titik jalan rusak terkelupas. Ada sebagian yang ambrol. Pada jalan yang patah, terlihat aspal hotmix berada di atas pasir batu (sirtu), tanpa kerikil atau batu pecahan (agregat). Jalan tersebut dikerjakan oleh PT Pundi Mas Bahagia yang bermarkas di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu.

Baca Juga: Direksi Bank NTT Tidak Beretika, Amos Chorputty Pemilik Saham Seri B Geram

Kondisi itu membuat para pengguna jalan dan warga setempat kecewa. "Jalan ini sudah lama rusak kita kecewa. Jalan yang awalnya bagus tapi sekarang sudah rusak lagi," ujar Lasarus, warga Lakmaras, saat ditemui sejumlah wartawan di lokasi, Jumat (7/8/2023).

Sebagai pengguna jalan, Lasarus mengaku awalnya gembira karena bisa menikmati jalan yang mulus. Namun, setelah dikerjakan jalan tersebut malah cepat rusak.

Dia berharap, jalan tersebut bisa diperbaiki agar bisa dinikmati lagi. Hal senada juga disampaikan Markus Berek, yang mengaku kecewa karena konstruksi jalan yang gampang sekali rusak. "Jalan ini sudah rusak dari tahun lalu. Kami masyarakat di bawah ini hanya bisa omong saja. Nanti pemerintah yang memperhatikan jalan ini," kata dia.

Meski rusak, warga tetap menggunakan jalan itu karena tidak ada akses alternatif lain. Markus berharap, ke depan jalan kembali dibangun dengan kualitas yang bagus sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Direktur PT Pundi Mas Bahagia Aloysius Mintura selaku kontraktor pelaksana jalan itu, enggan merespons konfirmasi wartawan, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga: PT. Kelimutu Permata Tak Ada IUP Bangun Jalan Nasional di Ende, Ka BPJN dan Satker Bergumam, Ada Apa?

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: ay

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X