IDENUSANTARA.COM - PT. Floresco lagi-lagi berulah, pasalnya aktifitas pengerjaan Proyek pembangunan tembok penahan milik PT. Floresko yang berlokasi di Reo, Desa Bajak Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Flores NTT kembali di sesalkan warga setempat.
PT.Floresco di nilai terkesan tidak punya hati dan masa bodoh serta tak beretika terkait dampak negatif dari aktifitas pembangunan proyek tersebut.
Material Pembangunan tembok penahan milik PT. Floresco terkesan di biarkan terbengkelai di halaman Rumah milik salah seorang ibu rumah tangga yang hanya menggantungkan hidupnya bersama anak-anaknya tanpa seorang suami.
Bahkan, selama aktifitas Pembangunan Proyek milik PT. Floresco berlangsung, angota keluarga yang berdiam pada Rumah tersebut merasa sangat terganggu dengan kebisingan alat-alat proyek milik PT. Floresco dan debu akibat aktifitas pembangunan proyek tersebut.
Berdasarkan pantauan media di lokasi, Kamis,(01/09/2022), Material pasir dan batu milik PT. Floresco tersebut di biarkan terbengkelai di depan halaman rumah milik warga setempat, yang menyebakan kurang nyamanya aktifitas pemilik Rumah akibat dampak buruk kegiatan proyek PT. Floresco tersebut.
Kepada media, saat di jumpai di kediamannya, Kamis, (01/09/2022), Ine, (45) tahun, sebagai pemilik rumah yang merasa di rugikan akibat pembangunan proyek tersebut mengaku kecewa dan kesal terhadap pihak Pt.Floresco yang menyimpan material proyek PT.Floresco tepat berada di halaman rumah saya.
"Saya sangat kecewa terhadap pihak PT.Floresco yang seakan tidak punya hati dan masah bodoh terhadap apa yang telah mereka lakukan.
Selama pengerjaan Proyek, halaman depan Rumah saya di jadikan sebagai tempat penyimpan material proyek seperti batu dan pasir yang menyebabkan polusi udara seperti adanya debu yang bebas berterbangan hingga masuk ke dalam Rumah.
Bahkan PT. Floresco juga seolah tidak punya hati dan menutup mata, karena selama berlangsungnya aktifitas pembangunan proyek tersebut, saya merasa di rugikan dan tidak mendapatkan apa-apa terkait dampak buruk yang harus saya terima selama aktifitas pengerjaan proyek milik PT.Floresco tersebut berlangsung.
Bayangkan saja halaman Rumah saya di jadikan sebagai tempat penampungan material proyek batu dan pasir yang menyebakan debu bebas berterbangan hingga masuk ke dalam Rumah saya.
Aktifitas pengerjaan proyek tersebut, juga membuat kami anggota keluarga merasa tidak nyaman dan merasa sangat terganggu akibat aktifitas proyek tersebut, tetapi PT.Floresco seolah menutup mata dengan hal ini, karena tidak ada upaya pendekatan kepada saya sebagai pemilik Rumah soal dampak negatif yang kami rasakan akibat aktifitas Proyek milik PT. Floresco tersebut". Cetus nia
Lebih lanjut nia juga menyampaikan, bahwa pernah pihak PT.Floresco datang ke rumah untuk meminta izin, terkait pembangunan proyek yang mau dikerjakan tersebut, tetapi hanya sebatas itu saja.
" benar, pernah pihak PT.Floresco datang ke rumah untuk meminta izin, terkait pembangunan proyek yang mau dikerjakan tersebut, tetapi hanya sebatas itu saja".
Pungkas nia dengan nada sedih.
Artikel Terkait
Universitas Aryasatya Buka Kelas Karyawan dan Regular, Sistem Kuliah Hybrid
Jadi Senat Terhormat, Gubernur VBL Ajak Lulusan PKP Kupang Bangun Sektor Perikanan
Mahasiswa Aryasatya Deo Muri Ikut Pembekalan Sebelum Mulai Perkuliahan
Keren di Ende; Kartu Identitas Anak Jadi Tiket Discount Belanja