sastra

CERPEN : Cinta yang Tak Direstui

Minggu, 19 Februari 2023 | 08:30 WIB
Foto ilustrasi galeri facebook js ( istimewa )

  Sebelum aku sempat menjawab, Geral sudah lebih cepat berdiri membalas, "Heh! Kalo bicara bisa sopan, gak!"

  Deni tak mau kalah.

Baca Juga: Sekretaris Pemuda Pancasila Ende Desak Pemda Evaluasi Pengelolaan Wisata Pantai Kota Raja

  "Datang petantang-petenteng, bicara kasar seenaknya, sudah merasa jagoan, apa?" hardiknya tak kalah keras.

  Suasana tegang langsung terasa. Aku segera menyabarkan kedua temanku itu.

  "Tenang, Ral, Den. Sabar dulu. Kita tanya dulu apa mau mereka."

  Aku melangkah mendekat. "Iya, aku Erlan. Ada perlu apa mencari aku?" tanyaku dengan nada biasa.

  Salah seorang yang sepertinya menjadi pemimpin kelompok itu, berkata seraya menuding wajahku, "Jauhi Diana! Kamu tidak pantas berdekatan dengan dia! Gadis kalangan atas, mana mungkin berhubungan dengan gembel jalanan seperti kamu ini! Kamu pasti mengincar kekayaannya saja! Niat busukmu itu sudah terbaca! Jangan coba kamu teruskan, atau kami akan membuatmu sengsara!"

  Seketika teman-temanku meradang, mendengar hinaan itu! Aku menghela napas panjang, meredam emosi.

  Perlahan aku menjawab, "Maaf. Cuma Diana sendiri yang bisa menghentikanku bila ia menginginkan itu."

  "Ah, banyak alasan! Menghadapi gembel jalanan seperti kalian memang tidak bisa pake omongan! Mesti pake kepalan!" bentaknya geram.

  "Sudah, langsung hajar saja!" Yang lain berseru memanasi!

  "Maju sini!" Teman-temanku pun menyambut!

  Pertarungan tak terelakkan lagi. Sekitar 12 pemuda etnis cina mengeroyok kami berempat. Sesaat pertarungan berjalan tak seimbang. Namun tak lama, beberapa anak jalanan yang melihat pertarungan itu, langsung datang membantu kami. Pertarungan semakin seru! Kian lama, keributan itu memancing banyak perhatian. Beberapa pemuda yang mengenaliku atau mengenal teman lain yang terlibat pertarungan, segera ikut terjun ke dalam kancah. Jumlah kami pun kian bertambah!

Baca Juga: Pemerintah Pusat Menargetkan 1,4 Miliar Wisatawan Nusantara Tahun 2023

Halaman:

Tags

Terkini

PUISI: RASA TANPA KATA

Minggu, 10 September 2023 | 05:51 WIB

PUISI : Untukmu Ibundaku

Sabtu, 1 April 2023 | 18:16 WIB

PUISI : Tentang Diri

Sabtu, 1 April 2023 | 17:58 WIB

PUISI : Namamu Dalam Sujudku Yang Paling Serius

Minggu, 26 Maret 2023 | 12:09 WIB

PUISI : Deretan Kursi Jadi Saksi

Minggu, 26 Maret 2023 | 11:44 WIB

PUISI : Rembulan

Minggu, 26 Maret 2023 | 11:15 WIB

PUISI : Kamu Mencintaiku Adalah Cerita Lucu

Minggu, 26 Maret 2023 | 10:59 WIB

PUISI : Hiasan Cahaya Malam

Sabtu, 25 Maret 2023 | 21:16 WIB

PUISI : Ayah Aku Lelah

Jumat, 24 Maret 2023 | 20:28 WIB

PUISI : Teringat Kembali

Rabu, 22 Maret 2023 | 21:16 WIB

PUISI : Engkau Pulangkan Rindumu

Rabu, 15 Maret 2023 | 21:02 WIB

PUISI: Replika Kenangan ( Oleh: Ryzton Tolan )

Senin, 13 Maret 2023 | 22:39 WIB

PUISI : IBU (Oleh: Norlince Florida)

Minggu, 12 Maret 2023 | 22:42 WIB

PUISI : Kenangan

Kamis, 9 Maret 2023 | 11:25 WIB

PUISI : Di Keheningan Malam

Kamis, 9 Maret 2023 | 10:55 WIB

PUISI : Rindu Yang Bertamu

Rabu, 8 Maret 2023 | 20:16 WIB

PUISI : Rindu

Rabu, 8 Maret 2023 | 17:37 WIB