Diana tak membalas pesan itu.
***
Esok harinya, aku mendapat kabar, Diana telah pindah studi ke kota Jakarta. Ia tinggal bersama salah seorang saudara di sana.
Setelah beberapa hari, sebuah pesan singkat ia kirim untukku ....
Aku menghela napas panjang. Dengan menguatkan hati, kucari nama Diana di buku telepon hp. Lalu kutekan delete. Hp kumatikan, kartu sim aku lepas .... Kulempar sejauh-jauhnya disertai seluruh gejolak rasa. Seakan ingin kulempar sejauh-jauhnya juga ego cintaku yang tak rela melepas Diana demi kebahagiaan masa depannya.
Baca Juga: Curhatan Bersama Kapolsek Ndona; Warga Manulondo Senang dan Merasa Dekat Dengan Polisi
Dalam tundukku, di antara napas yang kacau memburu dimainkan rasa, terucap doa bisikan dari relung jiwa ..., 'di manapun kau berada, semoga kau selalu bahagia, Diana.'
Hanya Tuhan yang tahu ... bagaimana gempuran emosi pada luka yang menganga hingga meneteskan darah dan air mata, mengisi hari-hari panjangku dalam perjuangan melupakan nama serta bayanganmu ..., Diana.
Heribertus Kandang
Artikel Terkait
PUISI : DI ATAS MOTOR TUA ENGKAU BERCERITA
PUISI : MENCINTAIMU DALAM DIAM