CERPEN : Cinta yang Tak Direstui

photo author
Juang Sinyo, Ide Nusantara
- Minggu, 19 Februari 2023 | 08:30 WIB
Foto ilustrasi galeri facebook js ( istimewa )
Foto ilustrasi galeri facebook js ( istimewa )

Baca Juga: Diduga Libatkan Oknum Wartawan dalam Aksi Pemerasan Oleh Ketua Araksi NTT

  Hingga akhirnya semua mencapai titik akhir. Puncaknya adalah saat pesta ulang tahun ke-20 Diana, yang dirayakan serta dihadiri oleh seluruh kerabat keluarga besarnya.

  Sebelumnya, Diana telah meminta, bahkan mengancam, agar aku harus datang ke pesta itu. Ia tahu, tentangan dari keluarga juga kerabatnya, membuatku enggan menghadiri pesta ulang tahun itu.

  Namun Diana punya pemikiran dan rencana lain.

  "Kalau tidak sekarang, kapan lagi?" ucapnya, "ini hari istimewa untukku. Hari di mana kasih sayang dan perhatian seluruh keluarga tercurah hanya untukku. Aku harap, di hari istimewaku ini, mereka akan bermurah hati dan luluh untuk menerima kehadiranmu di hidupku."

  "Tapi aku tidak mau bila nanti acaramu malah berantakan karena kehadiranku," sanggahku.

  "Itu risiko yang mesti kita ambil. Bila tidak, mau sampai kapan kita begini terus? Sekaranglah saatnya memastikan segala sesuatu tentang kita. Saatnya kita mengambil langkah maju atau mundur, semua tergantung dari pertemuan di pestaku ini," bantah Diana. "Kamu juga mau kepastian jalinan hubungan kita, kan?"

  Seraya menghela napas panjang, akhirnya aku menyanggupi.

  Dan ..., apa yang aku cemaskan pun terjadi!

  Di pesta itu ... di hadapan semua keluarga, saudara, kerabat, dan teman, Diana dimarahi habis-habisan oleh kedua orang tuanya. Sebagian besar keluarganya pun ikut angkat bicara. Yang lain hanya diam menyaksikan, namun dengan tatap mata menghunjam ke arahku sebagai tertuduh, biang keladi semua kericuhan ini.

  Aku tak mampu berbuat apa-apa, saat mereka, dengan menghina, mengusirku pergi dari pesta itu.

  Kata-kata pesan dari para sahabatku kembali terngiang. Huhh ... perbedaan kita memang terlalu jauh, Diana!

  Kecewa, luka, membuatku putus asa. Aku menyerah kalah .... Dengan menahan getir, kutulis sebuah pesan untuknya ....

Baca Juga: Pemkot Kupang Ajak Gereja Sinergi Rumuskan Progra Kesejahteraan Masyarakat

  "Cinta memang untuk menyatukan perbedaan. Namun kita mesti menyadari ketika jurang perbedaan itu terlalu lebar dan dalam untuk bisa kita lalui. Sekuat apapun kita berjuang, pada akhirnya kita akan sadar bahwa ternyata jurang itu memang Tuhan ciptakan untuk kebaikan kita. Untuk membuat kita sadar bahwa jodoh Dia-lah yang menentukan. Dan kita mesti mengikuti takdirNya.
  Maaf, aku terlalu sayang padamu untuk membiarkan kamu setiap hari dihina dan diejek keluargamu. Aku tak sanggup lebih lama melihatmu dalam kekangan tentangan keluarga, juga kerabatmu. Aku tahu, kamu akan lebih memilih aku dibanding keluargamu itu. Pengorbananmu terlalu besar. Aku takut, mereka akan hilang akal dan kesabaran, lalu menyerahkanmu begitu saja, mendepakmu dari keluarga.
  Aku tetap akan memelukmu, apapun yang akan terjadi. Namun, saat ini aku belum bisa membahagiakan dan menjamin masa depanmu. Aku belum punya apa-apa untuk mengarungi hidup denganmu. Sekarang ini, kebahagiaan serta masa depanmu masih bergantung pada kedua orang tuamu. Aku akan jauh lebih bahagia dengan cintaku, bila melihatmu bahagia dan meraih masa depan yang cerah. Untuk itulah aku harus melepaskanmu.
  Cintai dan bahagiakanlah aku, dengan jalan yaitu kamu berjuang meraih masa depanmu dan bahagia selalu."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Juang Sinyo

Sumber: Cerpen

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

PUISI: RASA TANPA KATA

Minggu, 10 September 2023 | 05:51 WIB

PUISI : Untukmu Ibundaku

Sabtu, 1 April 2023 | 18:16 WIB

PUISI : Tentang Diri

Sabtu, 1 April 2023 | 17:58 WIB

PUISI : Namamu Dalam Sujudku Yang Paling Serius

Minggu, 26 Maret 2023 | 12:09 WIB

PUISI : Deretan Kursi Jadi Saksi

Minggu, 26 Maret 2023 | 11:44 WIB

PUISI : Rembulan

Minggu, 26 Maret 2023 | 11:15 WIB

PUISI : Kamu Mencintaiku Adalah Cerita Lucu

Minggu, 26 Maret 2023 | 10:59 WIB

PUISI : Hiasan Cahaya Malam

Sabtu, 25 Maret 2023 | 21:16 WIB

PUISI : Ayah Aku Lelah

Jumat, 24 Maret 2023 | 20:28 WIB

PUISI : Teringat Kembali

Rabu, 22 Maret 2023 | 21:16 WIB

PUISI : Engkau Pulangkan Rindumu

Rabu, 15 Maret 2023 | 21:02 WIB

PUISI: Replika Kenangan ( Oleh: Ryzton Tolan )

Senin, 13 Maret 2023 | 22:39 WIB

PUISI : IBU (Oleh: Norlince Florida)

Minggu, 12 Maret 2023 | 22:42 WIB

PUISI : Kenangan

Kamis, 9 Maret 2023 | 11:25 WIB

PUISI : Di Keheningan Malam

Kamis, 9 Maret 2023 | 10:55 WIB

PUISI : Rindu Yang Bertamu

Rabu, 8 Maret 2023 | 20:16 WIB

PUISI : Rindu

Rabu, 8 Maret 2023 | 17:37 WIB
X