Sebagai bentuk konkret implementasi kebijakan tersebut, Kajati NTT mengungkapkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan Jaksa Agung RI melalui Jampidmil, khususnya terkait koordinasi teknis antara Kejati dan Kodam. Hal ini juga telah dibahas dalam Zoom Meeting bersama Asisten Operasi (Asops) TNI, yang menekankan pentingnya pengamanan tugas dan kantor Kejaksaan dalam menjalankan fungsi penegakan hukum.
Dalam konteks daerah, Kajati menekankan bahwa NTT menghadapi dua isu strategis utama: kemiskinan dan korupsi, yang saling berkaitan dan berpengaruh langsung terhadap stabilitas sosial serta ketimpangan pembangunan. Oleh karena itu, pemberantasan korupsi menjadi prioritas utama Kejati NTT, karena korupsi dinilai sebagai akar persoalan multidimensi di Nusa Tenggara Timur yang harus diberantas secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Tanggapan Danrem 161/Wirasakti
Sementara itu, Danrem 161/Wirasakti, Brigjen TNI Joao Barreto Nunes, S.E., M.M., menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama strategis antara TNI dan Kejaksaan Tinggi NTT. Ia menegaskan bahwa TNI siap berkontribusi aktif dalam mendukung pengamanan dan pembangunan di wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk melalui penempatan personel TNI sesuai dengan kebutuhan Kejaksaan. Dukungan ini tidak hanya mencerminkan komitmen institusional TNI dalam menjaga stabilitas daerah, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga supremasi hukum.
Lebih lanjut, Brigjen Joao Barreto Nunes menyambut positif kolaborasi TNI dan Kejaksaan sebagai bentuk semangat bersama dalam menciptakan sistem keamanan yang terpadu sekaligus memperkuat upaya penegakan hukum yang efektif dan berkeadilan. Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh sinergi antarlembaga yang saling memperkuat demi kemajuan dan ketertiban wilayah NTT.
Hasil Rapat
Rapat koordinasi berlangsung lancar dan berakhir pada pukul 10.40 WITA. Kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat sinergi, baik dalam aspek keamanan kantor maupun pemberantasan korupsi, demi mewujudkan NTT yang lebih maju dan bebas dari praktik koruptif.
Dilanjutkan dengan Senam Pagi Bersama
Sebagai kelanjutan dari pertemuan tersebut, pada Jumat, 9 Mei 2025, pukul 07.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi bersama yang digelar di lapangan upacara Kejati NTT. Senam pagi ini diikuti oleh seluruh pegawai Kejati NTT dan personel Korem 161/Wira Sakti dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.
Kegiatan ini bukan sekadar olahraga rutin, tetapi menjadi simbol nyata dari kekompakan, kebugaran fisik, dan sinergi antarlembaga. Dengan iringan musik yang membangkitkan energi positif, Para Pejabat Utama Kejati NTT dan Pejabat Utama Korem 161/Wirasakti terlihat berbaur langsung di tengah barisan peserta, menunjukkan kesetaraan dan solidaritas dalam semangat pelayanan kepada negara.
Senam pagi bersama juga menjadi ruang informal untuk mempererat hubungan antar-personel, membangun komunikasi lintas instansi, dan menyegarkan kembali komitmen bersama dalam menghadapi tantangan penegakan hukum dan pengamanan wilayah di NTT.
Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara Kejaksaan dan TNI, khususnya dalam mendukung pelaksanaan hukum yang adil dan aman di NTT. Melalui penguatan pengamanan internal dan keterlibatan aktif personel TNI, diharapkan Kejaksaan dapat menjalankan tugas dengan lebih optimal, akuntabel, dan efektif, demi terwujudnya NTT yang bersih dari korupsi dan stabil secara sosial.
Artikel Terkait
KPK RI Jawab Desakan Publik yang Minta Periksa PT AKAS Pada Proyek Senialai Rp125.7 Miliar di Labuan Bajo-Ruteng