"Dia cerita panjang sekali. Katanya dia pisah dengan suami pertama, lalu menikah lagi, tapi kehidupan ekonominya malah jadi susah," ujar Emiliana.
Ivon juga disebut mengeluhkan perilaku suaminya yang dianggap tidak setia.
"Dia bilang suaminya main perempuan, pergaulannya sudah di luar batas. Dia cerita seperti orang yang benar-benar tertekan," lanjutnya.
Cerita tersebut, menurut Emiliana, perlahan membangun rasa empati dalam dirinya.
"Sebagai perempuan, saya merasa kasihan. Saya pikir dia benar-benar sedang susah," katanya.
Masuk ke Tahap Kepercayaan: Tawaran Kerja Sama Bisnis Kafe
Setelah hubungan komunikasi semakin intens, Ivon kemudian menawarkan sebuah kerja sama bisnis. Ia mengaku ingin membuka usaha kafe dan membutuhkan modal.
Dalam penawarannya, Ivon menjanjikan skema keuntungan yang cukup menggiurkan.
"Dia bilang kalau saya kasih uang, nanti saya dapat Rp250 ribu per hari. Jadi bukan sekadar pinjam, tapi kerja sama," ungkap Emiliana.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem tersebut akan berjalan selama 30 hari, di mana modal yang diberikan akan dikelola dalam usaha kafe, dan keuntungan dibagi secara rutin setiap hari.
"Dia bilang nanti pokok dan keuntungan sudah termasuk di situ. Setelah 30 hari, selesai," tambahnya.
Menurut Emiliana, kerja sama ini berjalan sejak Juli 2024 dan berlangsung relatif lancar hingga awal 2026.
Permintaan Tambahan: Dari Modal Usaha ke Pinjaman Pribadi
Masalah mulai muncul ketika Ivon mulai meminta pinjaman tambahan di luar skema kerja sama bisnis.