IDENUSANTARA.COM - Polemik yang dipicu oleh serangkaian unggahan akun Facebook "Berita Baneratv" sejak pertengahan April 2026 terus bergulir dan memantik perhatian publik. Narasi yang dibangun dalam unggahan tersebut, mulai dari tudingan praktik rentenir, penyebaran rekaman percakapan tanpa sensor, hingga klaim adanya pola serangan terorganisir menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Namun di balik derasnya opini yang berkembang di ruang digital, suara para nasabah yang disebut-sebut dalam pemberitaan justru menghadirkan perspektif berbeda.
Sejumlah nasabah yang berhasil dikonfirmasi media ini memilih angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar. Mereka secara tegas membantah tudingan yang diarahkan kepada sosok berinisial SM, yang dalam unggahan akun tersebut disebut sebagai pemodal sekaligus rentenir.
Salah satu nasabah, YJ, mengungkapkan bahwa selama kurang lebih tiga tahun menjadi bagian dari kelompok peminjam, dirinya tidak pernah mengalami kerugian ataupun tekanan sebagaimana yang ditudingkan.
Ia menegaskan bahwa seluruh mekanisme pinjaman berjalan atas dasar kesepakatan bersama sejak awal.
"Semua aturan sudah jelas dan disepakati di dalam grup. Kami juga punya komitmen bersama untuk tidak menyebarluaskan isi percakapan atau informasi internal," ujar YJ saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, kemudahan akses terhadap pinjaman justru menjadi alasan utama mengapa dirinya dan sejumlah nasabah lain tetap bertahan. Dalam situasi mendesak, proses pencairan dana disebut bisa dilakukan dengan cepat tanpa prosedur berbelit.
"Kalau kami butuh mendesak, hari itu juga langsung dibantu. Bahkan kadang hanya hitungan menit. Jadi selama ini kami merasa sangat terbantu," lanjutnya.
Baca Juga: Kapolsek Lembor Pimpin Patroli di SPBU Pasca Kenaikan Pertamina Dex
Hal senada disampaikan oleh nasabah lainnya, MC, yang juga telah memanfaatkan layanan pinjaman tersebut selama hampir tiga tahun. Ia menekankan bahwa tidak pernah ada unsur paksaan ataupun penawaran aktif dari pihak pemberi pinjaman.
"Kami sendiri yang datang minta bantuan. Tidak pernah ada yang menawarkan atau memaksa. Semua atas inisiatif kami sendiri," tegas MC.
MC juga menyayangkan sikap akun Facebook "Berita Baneratv" yang dinilai tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak-pihak terkait sebelum mempublikasikan tudingan.
"Saya pribadi merasa terganggu. Harusnya ada klarifikasi dulu sebelum dipublikasikan. Ini jadi seolah-olah masalah besar, padahal tidak seperti itu," ungkapnya.
Lebih jauh, para nasabah mengakui bahwa dalam dinamika komunikasi internal memang kerap muncul bahasa yang terkesan keras dari pemberi pinjaman. Namun hal tersebut, menurut mereka, sudah menjadi bagian dari karakter komunikasi yang dipahami bersama dan tidak pernah berujung konflik serius.
"Memang kadang ada kata-kata kasar, tapi biasanya setelah itu ada permintaan maaf. Kami sudah saling memahami, dan itu tidak pernah jadi masalah besar," kata salah satu nasabah lainnya.