IDENUSANTARA.COM - Theobaldus Bala Blolong (34), yang akrab disapa Theo ini adalah salah satu perantau asal Desa Lolong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, NTT yang berdomisili di Bali ternyata memiliki bakat dalam dunia seni lukis. Berawal dari hoby pria kelahiran tahun 1988 ini kini mempunyai usaha Totebag Lukis selain bekerja sebagai staf di Sekretariat Paroki Roh Kudus Katedral, Keuskupan Denpasar-Bali.
Mantan alumni Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka ini menuturkan bahwa hoby melukis ini sebenarnya sejak masih di bangku sekolah menengah pertama namun baru serius dijalankan pada tahun 2019 setelah merantau di Bali sejak tahun 2016 dengan salah satu motivasinya adalah mau mengembangkan talentanya di bidang seni lukis.
“ Sebenarnya ini hanya hoby bukan profesi karena sebenarnya basic saya adalah Guru Agama Katolik dan Katekis Paroki. Namun karena Tuhan kasih talenta sehingga saya mencoba untuk terus belajar secara otodidak dan sering bergabung dan belajar bersama dengan beberapa pelukis senior di Bali yang saya kenal lewat media sosial facebook. Lagi pula di bali juga media lukis lengkap dan mudah untuk didapatkan. ” ungkap Theo.
Sehari-hari, Theo bekerja di gereja namun setelah pulang kerja baru dia mulai mengerjakan pesanan seperti lukisan wajah di media kanvas, mural dan totebag lukis. Dia menambahkan, usaha Totebag Lukis merupakan karya kolaborasi bersama istrinya yang baru mulai dirintis pada tahun 2020 diawal situasi pandemi covid-19 hingga sekarang.
“ Saat ini saya tidak bisa melepaskan pekerjaan pokok saya dan juga tidak bisa melepaskan hoby yang menurut saya bisa mengahasilkan untuk mendukung kebutuhan ekonomi keluarga. Memang harus ada prinsip profesional dalam kerjaan namun saya harus pandai mengatur waktu antara pekerjaan pokok dan pekerjaan sampingan, ” katanya.
Hoby yang mengasilkan uang ini membuat Theo terus belajar dan terus berkarya hingga selalu saja ada orderan yang bisa dikirim ke luar Bali.
“ Memang pendapatan sih tidak banyak, namun tetap disyukuri sebagai rejeki dan berkat dari Tuhan. Soal harga juga saya menyesuaikan dengan hasil karya saya dan tingkat kerumitannya. Saya bersyukur karena saat ini sudah bekerja sama dengan salah satu Travel Agent di Bali sehingga selalu saja ada orderan Totebag Lukis untuk dijadikan souvenir bagi wisatawan domestic maupun mancanegara,” imbuhnya.
Rupanya Theo mempunyai masa lalu yang membuat dia termotivasi untuk terus mengembangkan talentanya itu karena sebuah karya lukis “Yesus Bangkit “ yang dia lukis pada tahun 2019 itu telah menjadi sebuah ‘kenangan’ di Novisiat SVD St. Yosef Nenuk Atambua hingga dia dan beberapa temannya harus dikeluarkan dari Novisiat.
“ Ya, itu bagian dari masa lalu yang cukup menjadi kenangan. Ceritanya panjang. Tapi saya ambil positifnya saja. Dan ini mungkin jalannya karena banyak yang dipanggil tapi sedikit yang dipilih. Sekarang fokus kerja, berkarya dan pelayanan” tuturnya.