Ruteng, Idenusantara.com — Komunitas Perempuan Manggarai (KPM) Jakarta mengecam keras kasus pembunuhan yang menimpa seorang perempuan muda berusia 23 tahun asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Korban, Irnatalia Murni, ditemukan tewas di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat, 12 September 2025.
Ketua KPM Jakarta, Emiliana AK, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
“Semoga keluarga diberikan kekuatan, ketabahan dan penghiburan dalam menghadapi tragedi yang menyedihkan ini,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, KPM mengutuk keras pembunuhan yang telah merenggut nyawa seorang anak muda yang merupakan harapan keluarga dan generasi penerus.
"Peristiwa tragis ini adalah peristiwa Pembunuhan Tragis yang menghilangkan nyawa seorang anak muda, harapan keluarga dan generasi penerus, meninggal dalam usia 23 tahun," tegasnya.
KPM mendesak pihak berwajib untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan memproses hukum pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.
“Keadilan harus ditegakkan agar keluarga almarhumah mendapatkan hak-haknya dan juga memberikan efek jera kepada pelaku dan pelajaran bagi semua orang sehingga peristiwa tragis seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Emiliana.
Selain itu, KPM juga menyoroti kerentanan pekerja perempuan perantauan, terutama dari Manggarai, yang sering menghadapi diskriminasi dan eksploitasi.
Oleh karena itu, KPM mendesak pemerintah untuk lebih serius melindungi hak-hak pekerja perempuan dengan cara meningkatkan kesadaran dan penegakan hukum, menyediakan akses pendidikan dan pelatihan yang lebih baik untuk meningkatkan keterampilan, serta mengimplementasikan kebijakan yang mendukung perlindungan dan kesejahteraan mereka.
KPM turut mengimbau anak muda diaspora Manggarai untuk memahami hak dan kewajiban mereka sebagai karyawan, serta saling mendukung untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan adil.
“Semoga almarhum anak/adik/teman dan saudara kita Bersama IRNATALIA MURNI beristirahat dalam kedamaian Abadi,” tutup Emiliana.