LABUAN BAJO – Gemerlap lampu kapal dan kesibukan dini hari di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, mendadak tegang pada Kamis (23/4/2026) lalu.
Di tengah arus penumpang yang turun dari Kapal Motor (KM) Binaiya, personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Manggarai Barat melakukan penyergapan terhadap seorang pria yang diduga membawa "oleh-oleh" terlarang dari Pulau Dewata.
Pria berinisial ADW (30), asal Jakarta Utara, tak berkutik saat petugas berpakaian sipil mengepungnya tepat di pintu keluar dermaga sekitar pukul 02.30 Wita. Penangkapan ini menjadi sinyal keras bagi para pelaku penyalahgunaan narkotika yang mencoba menyusup ke jantung destinasi wisata super premium tersebut.
Pengintaian di Tengah Malam
Operasi ini bukan sekadar kebetulan. Sejak Rabu (22/4) siang, polisi telah mengantongi informasi dari masyarakat. Masyarakat melaporkan adanya penumpang kapal yang membawa sabu dari Pelabuhan Benoa, Bali.
Kasat Resnarkoba Polres Manggarai Barat, AKP Matheos A. D. Siok, S.H., mengungkapkan bahwa timnya sudah bersiaga jauh sebelum kapal bersandar.
"Kami menerima informasi terkait dugaan kepemilikan narkotika oleh seorang pria yang sedang berada dalam perjalanan dari Bali menuju Labuan Bajo menggunakan kapal penumpang," ujar AKP Matheos saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (9/5).
Ketegangan sempat menyelimuti area pelabuhan saat petugas melakukan pengintaian.
"Kami tidak ingin kecolongan. Tim sudah bersiaga sejak kapal bersandar untuk memastikan target tidak lepas dari pengawasan," tegasnya.
Modus Sembunyi dalam Wadah Kacamata
Penyergapan dilakukan dengan cepat guna menghindari kegaduhan di area publik. Di hadapan sejumlah saksi dari warga sipil dan petugas keamanan pelabuhan, polisi melakukan penggeledahan badan secara menyeluruh terhadap ADW.
Hasilnya, polisi menemukan satu paket plastik klip berisi kristal putih di saku celana depan sebelah kanan tersangka. Tak berhenti di situ, penciuman tajam petugas mengarah pada tas samping yang dibawa pria tersebut. Di dalamnya, ditemukan paket sabu kedua beserta perangkat alat hisap (bong) yang disembunyikan di dalam pembungkus kain kacamata berwarna hitam.
"Petugas melakukan upaya paksa berupa penangkapan terhadap terduga pelaku sesaat setelah turun dari kapal. Barang bukti ditemukan tersembunyi di saku celana dan di dalam tas kacamata yang digunakan untuk mengelabui petugas," jelas Kasat yang akrab disapa AKP Teos tersebut.
Marselinus Jenudin (42), seorang saksi mata di lokasi, menggambarkan betapa cepatnya peristiwa itu terjadi.