Kadin Indonesia Akan Bangun 100 Dapur MBG Bulan Agustus 2025

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Jumat, 14 Maret 2025 | 15:21 WIB
Setiap Dapur MBG yang beroperasi untuk menyiapkan makanan dipimpin oleh kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional yang bekerja sama dengan ahli gizi dan akuntan.  ((CNN Indonesia/Adi Ibrahim))
Setiap Dapur MBG yang beroperasi untuk menyiapkan makanan dipimpin oleh kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional yang bekerja sama dengan ahli gizi dan akuntan. ((CNN Indonesia/Adi Ibrahim))

 

Jakarta, idenusantara.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyebut akan membangun 100 satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG). Kadin menyebut program ini bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat serta memperkuat sektor pertanian dan pangan sebelum 17 Agustus 2025.

"Jadi di sini kita membuat tugas-tugas yang fokus untuk membuat up to sampai 100 SPPG sebelum 17 Agustus. Kita lihat apa kendalanya, lalu kita komunikasikan," ujar dia dalam acara Pengukuhan Pengurus Kadin 2024-2029 di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/3) dikutip CNN Indonesia 

Ia menambahkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana telah menyatakan keterbukaannya terhadap keterlibatan Kadin dalam program ini.

"Dari Kepala Badan Gizi Nasional itu sangat terbuka dan nanti jam 15.30 WIB kita akan tanda tangan dengan beberapa kementerian terkait, baik Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Badan Pangan Nasional, Badan Gizi Nasional, dan juga Kementerian Pertanian," katanya.

Baca Juga: Demi MBG Lancar, BGN Bakal Kena Audit Tiap Bulan

Program MBG sendiri merupakan bagian dari inisiatif pemerintah yang menargetkan pembangunan 30 ribu dapur SPPG di seluruh Indonesia.

Anindya juga menyoroti pemerintah telah meningkatkan anggaran program ini dari Rp71 triliun menjadi Rp171 triliun. Oleh karena itu, Kadin menilai penting untuk berpartisipasi secara aktif guna memastikan program ini berjalan dengan baik dan transparan.

Anindya menekankan MBG tidak hanya berfokus pada pembangunan dapur semata, namun juga pada hilirisasi sektor pertanian.

"Yang menarik daripada MBG ini, bukan saja ujungnya yaitu dapurnya atau SPPG, tapi hilirisasinya. Nah, teman-teman di sini bisa berpartisipasi," katanya.

Kadin telah berdiskusi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan membuka peluang partisipasi dalam delapan komoditas pangan utama, termasuk cabai, kacang mete, minyak sawit, ternak ayam, serta perikanan.

Selain MBG, Kadin juga menyiapkan tiga program quick win lainnya.

Baca Juga: Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Terus Menjadi Sorotan, KPK Temukan Pengurangan Harga, dari Rp10 Ribu Jadi Rp8 Ribu

Program pertama adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama melalui puskesmas, sekolah, dan klinik yang ada di perusahaan.

Anindya berharap kesehatan yang dikumpulkan dari pemeriksaan ini juga dapat menjadi dasar bagi kebijakan kesehatan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X