nasional

Dari Pengkritik Jadi Orang Istana, Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 13:48 WIB
Ilustrasi: Rocky Gerung

Menurut penjelasannya, anggota Wantimpres perlu melihat dampak dan arah suatu kebijakan sebelum memberikan pertimbangan kepada Presiden.

Rocky: Wantimpres Harus Tetap Kritis

Menariknya, Rocky justru menilai sikap kritis merupakan bagian dari fungsi Wantimpres.

Ia membedakan antara “mengkritik” dan bersikap “kritis”. Menurut Rocky, Wantimpres harus mampu melihat kebijakan secara kritis sehingga Presiden mendapatkan pertimbangan yang lebih luas sebelum mengambil keputusan.

“Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” ujar Rocky.

Baca Juga: Listyo Sigit Resmi Diganti Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Puan: Sudah Waktunya

Ia menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah dapat menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat. Karena itu, anggota Wantimpres perlu memiliki kemampuan membaca persoalan secara mendalam dan memberikan pertimbangan dari sisi etis.

Dalam mekanisme tersebut, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.

“Tugas dewan adalah mengingat dan menimbang dan memutuskan, penetapannya ada pada presiden,” kata Rocky.

Dari Aktivis dan Akademisi ke Istana

Perjalanan Rocky Gerung menuju Wantimpres memperlihatkan perubahan peran yang cukup mencolok.

Ia dikenal dari dunia akademik dan aktivitas intelektual, kemudian berkembang menjadi figur publik yang aktif mengomentari dinamika politik nasional. Kritik dan pandangannya membuat namanya terus hadir dalam perdebatan politik di Indonesia.

Kini, posisi tersebut berubah. Rocky tidak lagi hanya menyampaikan pandangan dari luar pemerintahan, tetapi menjadi bagian dari lembaga yang secara resmi memberikan pertimbangan kepada Presiden.

Perubahan itu tentu membuat publik menunggu bagaimana Rocky menjalankan peran barunya.

Baca Juga: Jejak Karier Suyudi Ario Seto, dari Polda Metro Jaya hingga Disetujui Jadi Kapolri

Halaman:

Tags

Terkini