Berbahaya, Ada Aliran Sesat Muncul di NTT, Sudah Terpapar Siswa SMA

photo author
Pay K, Ide Nusantara
- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:22 WIB
Berbahaya, Ada Aliran Sesat Muncul di NTT, Sudah Terpapar Siswa SMA (Gambar Ilustrasi Padang Info)
Berbahaya, Ada Aliran Sesat Muncul di NTT, Sudah Terpapar Siswa SMA (Gambar Ilustrasi Padang Info)

IDENUSANTARA.COM - Aliran atau faham-faham baru sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Kali ini terjadi pada Umat Katolik di Keuskupan Ruteng khususnya di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) yang  dikabarkan hampir 200 orang terpapar sebuah aliran sesat bernama Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Aliran tersebut dikabarkan sudah muncul di wilayah Flores pada akhir 2021 lalu. Di Kabupaten Manggarai sendiri aliran ini didalangi oleh seorang perempuan MFS dan adiknya EJ yang saat ini masih duduk di bangku kelas II SMK di Ruteng.

Dikutip dari Viva.co.id, dijelaskan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Kesbangpolda) Kabupaten Manggarai, Goldolfus B. Ngarang yang menyatakan dan membenarkan keberadaan sekte tersebut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Kesbangpolda) Kabupaten Manggarai, Goldolfus B. Ngarang membenarkan keberadaan sekte tersebut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Kesbangpolda) Kabupaten Manggarai, Goldolfus B. Ngarang
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Kesbangpolda) Kabupaten Manggarai, Goldolfus B. Ngarang (Foto Viva.co.id)

Disampaikan Ngarang, umat Katolik yang terpapar diperkirakan lebih dari 200 orang. Hal itu diketahui saat dirinya mewawancarai EJ, seorang pengikut sekte tersebut.

“Dari investigasi kami terhadap EJ kami menduga anggota kelompok ini sudah cukup banyak. Ini kami ketahui melalui grup WA. Grup WA ini anggotanya kurang lebih 700 orang. Yang terbanyak orang Manggarai,” ujar Gondolfus kepada VIVA, Jumat 12 Agustus 2022.

Adapun EJ, sebut Gondolfus adalah siswi salah satu SMK di Ruteng.

“Dari penelusuran kami anggotanya tersebar di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Langke Rembong, Kecamatan Ruteng dan Kecamatan Wae Rii. Jumlah persisnya masih perlu pendalaman lagi,” ungkap Ngarang.

Dikatakan Gondolfus, Gereja Tuhan yang Maha Kuasa Manggarai dipimpin MFS yang dalam kelompoknya dijuluki sister. Peran MFS adalah merekrut pengikut melalui media sosial, buku-buku ajaran dan tatap muka.

Menurut Gondolfus, keberadaan sekte ini pertama kali dilaporkan oleh YL, suami MFS. “Sebelum diketahuinya aliran ini mereka berdua dan anak-anak tinggal bersama di Tenda Kelurahan Tenda Kecamatan Langke Rembong. Namun MFS kini dikabarkan tinggal pisah dengan suami dan anak-anaknya,” sebut Ngarang.

“Menurut YL, istrinya tidak lagi ke Gereja Katolik untuk mengikuti misa dan buku yang sering dia baca kitab bergambar pedang (Kitab Penghakiman). MFS berupaya membujuk suami dan anak-anaknya untuk mengikuti kelompok mereka karena menurut MFS ajaran yang dia yakini saat itu yang benar. Suaminya dan anak-anak tidak setuju karena ajarannya berbeda dengan keyakinannya sebagai orang Katolik,” tutur Gondolfus.

Karena ajarannya ini, YL  mengusir MFS dari rumah mereka di Tenda Kelurahan Tenda Kecamatan Langke Rembong.

“MFS saat ini tinggal dan menetap di Rampas Sasa Desa Wae Mulu,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Pay K

Sumber: viva.co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X