Dari investigasi yang dilakukan Kesbangpolda dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Manggarai, kemudian mendapat penjelasan dari EJ tentang inti ajaran kelompok ini.
“Ajarannya seperti ini, Tuhan Yesus melakukan karya keselamatan untuk umat manusia namun karyaNya belum tuntas atau belum selesai. Karena itu Tuhan datang lagi untuk kedua kalinya dan Tuhan datang melalui seorang perempuan. Perempuan itu berada di China dan merupakan pimpinan tertinggi dari kelompok ini,” bebernya.
“Dapat dikatakan sosok perempuan ini merupakan Tuhan. Dan keselamatan hanya bisa dicapai melalui perempuan di China itu,” tambah dia lagi.
Tak Punya Pusat kegiatan
Mantan Camata Lelak ini mengatakan, ajaran tersebut tidak mempunyai rumah untuk melakukan ibadat ataupun untuk pertemuan. Doktrin dan testimoni setiap hari disampaikan melalui grup WA.
“Komunikasi dengan anggota lebih banyak melalui grup WhatsApp. Menurut pengakuan EJ, tahun 2022 ini baru 2 kali melakukan rapat yang dilaksanakan di tempat terbuka yaitu di Taman Kota dan di Gua Maria Golo Curu,” ungkap Gondolfus.
Sejauh ini menurut Gondolfus, pihaknya berupaya menghentikan pergerakan aliran sesat tersebut melalui pengawasan dan pemantauan terhadap orang orang yang diduga terpapar.
Mengagendakan untuk menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah SMP dan SMA/SMK untuk menyampaikan hal ini dan supaya melakukan pemeriksaan rutin HP anak sekolah. Menyampaikan himbaun kepada umat gereja melalui Pastor Paroki atau Pendeta.
“Meminta para camat untuk memantau pergerakan aliran atau kelompok ini. Untuk EJ dan siapa saja yang terpapar kami imbau setop mumpung belum terlambat aliran ini sesat,” tekan dia.
Artikel Terkait
Pelaku Jasa Pariwisata di Labuan Bajo Boikot Pelayanan Pariwisata Mulai 1 Agustus 2022
Mulai Agustus KPU Pantau Setiap Parpol Daftar Pemilu 2024 Melalui Akun Sipol
Gelombang Krititikan, Pempus dan Pemprov Tunda Kenaikan Tiket Masuk Pulau Komodo
BRI Kembali Buka Beasiswa Tahun 2022, Ini Syarat dan Cara Mendaftar
Konservasi TNK Berdampak Positif untuk Pemda, Pengusaha Lokal dan Masyarakat
Puan dan Ganjar Bersaing Rebut Tiket Capres dari PDIP