IDENUSANTARA.COM- Remaja di Kabupaten Belu NTT, dikabarkan tewas tertembak polisi pada Selasa (27/9) pagi.
Dilansir dari grahabudaya, pada Rabu (28/09/2022), korban diketahui berinisial GYL alias Eton (18), warga Dusun Lalosuk, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Aryasandi, menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 08.00 pada Selasa (27/09), saat GYL terkonfirmasi oleh anggota Polsek Raimanuk sedang bersembunyi di salah satu rumah di Dusun Motamaruk, Desa Tasain.
Baca Juga: Mantapkan Barisan, DPW IPJI NTT Gelar Rapat Bersama Pengurus
“Berdasarkan informasi tersebut, anggota buser beserta anggota Satintelkam langsung menuju ke lokasi keberadaan DPO kasus pengeroyokoan,” ujarnya.
Delapan anggota Polres Belu yang hendak melakukan penangkapan tersebut antara lain dari Tim Buser Polres Belu sebanyak tiga orang, Anggota Satuan Intelkam Polres Belu, tiga orang dan dua orang anggota dari Polsek Tasifeto Timur dan Polsek Raimanuk.
Lanjutnya, GYL yang mengetahui kedatangan Tim gabungan berjumlah delapan orang dari Polres Belu dan Polsek Raimanuk tersebut langsung melarikan diri.
Katanya, sebelum mengarahkan senjata, anggota polisi yakni Brigpol RRS telah lebih dahulu mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Tetapi tembakan peringatan tersebut tidak digubris oleh GYL dan terus berlari ke jalan menurun arah legong.
Baca Juga: Pengamat Hukum, Bupati Manggarai Kembali Didesak Pecat Camat Reok Barat
Brigpol RRS kemudian mengarahkan laras senjata ke kaki GYL untuk dilumpuhkan. Tetapi naas, peluru yang dimuntahkan dari senjata Brigpol RRS mengenai punggung korban sehingga tewas
"Saat melihat korban melarikan diri, Brigpol RRS langsung mengejar tersangka sambil melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Tapi tembakan peringatan tersebut tidak digubris oleh GYL yang terus melarikan diri ke arah jalan menurun menuju legong" Katanya.
"Awalnya niat polisi mau ditembak di kaki korban. Tetapi karena tembakan tersebut meleset lalu mengenai bagian punggung hingga korban meregang nyawa.
“Menembak ke arah kaki Tsk untuk dilumpuhkan,” kata Aryasandi dalam keterangan tertulis, Selasa (27/9).