Isak tangis tak terbendung di setiap adegan yang menampilkan kengerian dan sengsara Yesus.
Pada puncak adegan saat Yesus digantung di kayu salib, tangisan kembali memecah keheningan.
"Ya Bapa, ke dalam tanganmu kuserahkan nyawaku" ungkap Yesus lirih, menutup kesengsaraannya.
Saat ditemui usai prosesi, koordinator prosesi Heribertus Nai didampingi Van Hoka menyebut hal tersebut bukan sekedar sandiwara belaka.
"Luar biasa tokoh Yesus, melalui Tablo hari ini dan anak-anak tampil sungguh maximal" katanya haru.
Selain itu menurutnya hal tersebut penting dan harus menjadi bagian dari refleksi utama kehidupan orang muda Katolik.
"Kita berupaya mendorong pemahaman dan membentuk karakter mereka dimulai dari hal positif seperti ini. Untuk membina iman dan mental mereka. Kami bersyukur dan berbangga untuk mereka" imbuhnya.